faktakalbar

Papan Lapuk Dimakan Usia, Warga Seponti Gotong Royong Perbaiki Jembatan Penghubung Dusun

Penulis: Redaksi Monday, 08 December 2025 📖 1 menit
Papan Lapuk Dimakan Usia, Warga Seponti Gotong Royong Perbaiki Jembatan Penghubung Dusun
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Kayong Utara memaksa warga di Kecamatan Seponti bergerak cepat mengamankan infrastruktur desa. Pada Minggu (7/12/2025), puluhan warga bersama aparat kepolisian setempat melakukan perbaikan darurat pada jembatan penghubung antar dusun yang kondisinya mulai memprihatinkan. Jembatan kayu tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga. Setiap harinya, akses ini digunakan untuk mengangkut hasil perkebunan dan menjadi jalur utama anak-anak menuju sekolah. Baca Juga:  Gelombang Tinggi Ancam Perairan Kayong Utara, Nahkoda Speedboat Ditegaskan Jangan Nekat Berlayar Namun, kondisi papan lantai jembatan banyak yang sudah lapuk dan struktur kayunya melemah, sehingga membahayakan pelintas, terutama saat hujan membuat permukaan menjadi licin. Perbaikan Swadaya Gotong royong dilakukan dengan mengganti papan-papan kayu yang sudah rusak dan memperkuat tiang penyangga. Bhabinkamtibmas Polsek Seponti, Aipda Koliq, turut terlihat bahu-membahu bersama warga dalam pengerjaan fisik tersebut. "Jembatan ini akses vital. Kalau putus atau rusak parah, aktivitas ekonomi dan sekolah bisa lumpuh. Makanya mumpung libur, warga inisiatif perbaiki bersama," ujar salah seorang warga di lokasi kegiatan. Langkah perbaikan ini dinilai krusial mengingat intensitas hujan yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir, yang berpotensi mempercepat kerusakan pada struktur jembatan kayu. Ancaman Banjir dan Gelombang Tinggi Di sela-sela kegiatan, peringatan kewaspadaan juga disampaikan terkait kondisi cuaca terkini. Berdasarkan data BMKG yang diteruskan kepada warga, debit air sungai di wilayah Seponti mulai menunjukkan kenaikan signifikan akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu. Potensi banjir mengancam wilayah dataran rendah dan pesisir. Selain itu, nelayan di Seponti juga diminta untuk menahan diri tidak melaut sementara waktu. Hal ini menyusul prediksi gelombang laut yang meningkat hingga kategori berbahaya, terutama pada malam hingga pagi hari saat terjadi pasang maksimum. Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri melintasi jembatan atau jalan yang tergenang arus deras, serta mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman dari jangkauan air pasang. Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Mengintai Perairan Kayong Utara, Polisi dan Dishub Perketat Izin Layar Speedboat (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK