Pasokan Terhambat, Lima Kabupaten di Kalbar Alami Kelangkaan BBM Akibat Pendangkalan Sungai Melawi
Faktakalbar.id, SINTANG –
Sejumlah wilayah di Kalimantan Barat kesulitan mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (
BBM
) akibat terhambatnya jalur distribusi utama.
Masalah ketersediaan ini dirasakan oleh warga di Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga:
Supir Ekspedisi Keluhkan Sulitnya Isi BBM di SPBU Balai Belungai: Mobil Siluman Dah Duluan Dapat!
Kondisi tersebut dipicu oleh pendangkalan alur Sungai Melawi yang menghalangi kapal pengangkut untuk bersandar dan menyuplai bahan bakar ke fasilitas penyimpanan.
Penurunan tinggi muka air sungai menyebabkan distribusi menuju SPBU Reguler, SPBU Non-Reguler, hingga Pertashop tidak berjalan normal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menjelaskan bahwa tinggi air Sungai Melawi tercatat hanya sekitar 2,7 meter.
Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 30 sentimeter dari pengukuran sebelumnya yang mengakibatkan kapal tidak bisa melakukan bongkar muat di Fuel Terminal (FT) Sintang demi alasan keamanan pelayaran.
Guna mengatasi hambatan ini, pengiriman pasokan dialihkan melalui jalur darat dari Integrated Terminal (IT) Pontianak. Perubahan pola distribusi ini menuntut waktu tempuh yang lebih panjang dan jarak perjalanan yang lebih jauh.
Baca Juga:
Pertamina Pontianak Tanggapi Kelangkaan Solar, Dimas: Kami Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Pertamina juga melakukan pengaturan ritase mobil tangki agar proses penyaluran ke masyarakat tetap bisa dioptimalkan di tengah kendala alam tersebut.
“Kondisi ini menyebabkan kapal pengangkut BBM tidak dapat melakukan sandar dan bongkar muat di Fuel Terminal (FT) Sintang karena faktor keselamatan pelayaran,” ujar Edi Mangun.
Sebagai langkah jangka panjang untuk memitigasi Kelangkaan BBM di Kalimantan Barat, Pertamina tengah mengkaji alternatif skema bongkar muat di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.
Metode yang dipertimbangkan adalah pengosongan muatan (
unloading
) langsung dari kapal ke mobil tangki menggunakan sistem
skid meter
.
“Alternatif ini masih dalam tahap kajian teknis dan review aspek keselamatan (HSSE). Kami berharap langkah ini dapat memperkuat kelancaran distribusi BBM di wilayah Sanggau hingga Sintang,” tambah Edi Mangun.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap memperoleh bahan bakar melalui lembaga penyalur resmi dan melaporkan jika ditemukan praktik yang merugikan di lapangan.
Monitoring intensif terus dilakukan pada jalur-jalur strategis untuk memastikan Kelangkaan BBM di Kalimantan Barat dapat segera teratasi melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.