faktakalbar

Lantik 29 Pejabat Eselon 3 dan 4, Edi Rusdi Kamtono Tekankan ASN Harus Adaptif

Penulis: Redaksi Tuesday, 03 March 2026 📖 1 menit
Lantik 29 Pejabat Eselon 3 dan 4, Edi Rusdi Kamtono Tekankan ASN Harus Adaptif
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik 29 pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Senin (02/03/2026) siang. Baca Juga:   Ekspedisi Macet Jelang Puasa, Harga Bawang Merah di Pontianak Tembus Rp88 Ribu, Beras dan Telur Stabil Pelantikan ini dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan kosong akibat pensiun, mutasi, maupun promosi jabatan sebelumnya. Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa proses pengisian jabatan ini telah melalui tahapan panjang, mulai dari pemetaan kebutuhan organisasi hingga mendapatkan pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Setiap pergeseran jabatan memiliki efek domino. Satu jabatan bergeser, maka akan berpengaruh pada jabatan lainnya. Selain itu, semua penempatan harus memenuhi persyaratan minimal dan melalui sistem informasi ASN,” ujarnya. Wali Kota menekankan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang bersifat sementara. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik, termasuk lurah dan camat sebagai ujung tombak pelayanan, untuk bekerja optimal dan responsif terhadap persoalan di lapangan. “Kalau ada kebakaran, bangunan tanpa izin, atau persoalan lingkungan seperti sampah, lurah dan camat harus menjadi yang pertama tahu dan turun ke lapangan. Koordinasi dengan RT dan RW harus diperkuat,” tegasnya. Selain itu, ia menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi ASN di era digitalisasi. Baca Juga:   Silaturahmi Ramadan ke Pontianak, Pemprov Kalbar Siap Dukung Penyelesaian Masalah Strategis Kota Pejabat pemerintah dituntut mampu bergerak cepat dalam pola pikir maupun cara kerja dengan tetap berpegang pada aturan perundang-undangan yang berlaku. “Di era teknologi dan digital sekarang, ASN harus adaptif dan gerak cepat. Jangan lambat karena kita bisa tertinggal. Apalagi sekarang belum mulai bekerja, sudah viral di media sosial,” sebut Edi Rusdi Kamtono. Ia mengakui Pemerintah Kota Pontianak masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan keuangan, sementara tuntutan masyarakat semakin tinggi. Hal ini menjadi tantangan bersama untuk mewujudkan Pontianak sebagai kota maju dan sejahtera melalui inovasi serta infrastruktur yang representatif. “Ini menjadi tantangan kita bersama untuk menjadikan Pontianak sebagai kota yang maju, sejahtera dan membahagiakan masyarakat dengan dukungan infrastruktur yang representatif,” tutupnya. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK