faktakalbar

Pelindo Regional 2 Akselerasi Kesiapan Teknis Terminal Kijing: Fokus pada Konektivitas dan Alur Pelayaran

Penulis: Redaksi Thursday, 07 May 2026 📖 2 menit
Pelindo Regional 2 Akselerasi Kesiapan Teknis Terminal Kijing: Fokus pada Konektivitas dan Alur Pelayaran
FAKTAKALBAR.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 terus memacu kesiapan operasional Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Melalui koordinasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait, Pelindo berupaya menuntaskan sejumlah tantangan teknis demi mengoptimalkan pelabuhan ini sebagai simpul logistik utama di wilayah tersebut. Dalam forum Focus Group Discussion (FGD) yang digelar baru-baru ini, Pelindo mengidentifikasi tiga fokus utama yaitu konektivitas akses jalan, kesiapan alur pelayaran, dan sinkronisasi operasional antar-pelabuhan. Infrastruktur Inti Telah Siap Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyatakan bahwa secara prinsip, infrastruktur utama Terminal Kijing sudah berada dalam kondisi siap operasi. Kini, tantangan terbesar berada pada faktor pendukung di luar otoritas pelabuhan. “Kesiapan infrastruktur inti di Terminal Kijing sudah terpenuhi. Saat ini, fokus kami berada pada aspek pendukung di luar area pelabuhan, seperti percepatan akses jalan, peningkatan kualitas alur pelayaran termasuk kebutuhan dredging , serta kepastian dukungan operasional dari stakeholder terkait,” ujar Budi. Budi menekankan bahwa kelancaran arus logistik sangat bergantung pada konektivitas antara terminal dengan wilayah hinterland (daerah penyangga) di Kalimantan Barat. Sinkronisasi dengan Pelabuhan Dwikora Selain aspek fisik, pengaturan lalu lintas kargo menjadi perhatian serius. General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Yanto, menyoroti pentingnya integrasi antara Terminal Kijing dengan pelabuhan eksisting, seperti Pelabuhan Dwikora di Pontianak. “Diperlukan pengaturan bertahap dalam peralihan dan distribusi trafik kargo, termasuk integrasi fungsi antara Terminal Kijing dan pelabuhan di Pontianak seperti Dwikora. Ini penting agar utilisasi dapat meningkat tanpa mengganggu layanan yang sudah berjalan,” jelas Yanto. Kebutuhan Kepastian Arus Barang Untuk menyusun perencanaan layanan yang berkelanjutan, Pelindo memerlukan kepastian mengenai volume dan jenis barang yang akan masuk. Hal ini krusial untuk menentukan pengaturan operasional yang lebih terukur di lapangan. “Kami membutuhkan kejelasan pipeline kargo sebagai dasar untuk menyusun perencanaan layanan, mulai dari penyiapan fasilitas hingga pengaturan operasional secara lebih terukur dan berkelanjutan,” tambahnya. Isu Strategis Lintas Sektor Sejumlah poin penting yang menjadi catatan dalam pertemuan tersebut meliputi: Akses Jalan: Percepatan peningkatan kualitas jalan raya menuju terminal guna menampung kendaraan logistik bertonase besar. Alur Pelayaran: Penataan dan pengerukan ( dredging ) alur laut agar dapat disandari kapal-kapal berkapasitas besar secara aman. Regulasi: Penyelarasan kebijakan dan perizinan antar kementerian/lembaga untuk meminimalkan hambatan birokrasi. Dengan memperkuat aspek teknis dan sinergi lintas sektoral, Pelindo Regional 2 optimistis operasional penuh Terminal Kijing akan segera terealisasi. Kehadiran pelabuhan modern ini diproyeksikan menjadi katalisator efisiensi logistik sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Barat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK