Pelindo Regional 2 Akselerasi Kesiapan Teknis Terminal Kijing: Fokus pada Konektivitas dan Alur Pelayaran
FAKTAKALBAR.ID
– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 terus memacu kesiapan operasional Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Melalui koordinasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait, Pelindo berupaya menuntaskan sejumlah tantangan teknis demi mengoptimalkan pelabuhan ini sebagai simpul logistik utama di wilayah tersebut.
Dalam forum
Focus Group Discussion
(FGD) yang digelar baru-baru ini, Pelindo mengidentifikasi tiga fokus utama yaitu konektivitas akses jalan, kesiapan alur pelayaran, dan sinkronisasi operasional antar-pelabuhan.
Infrastruktur Inti Telah Siap
Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyatakan bahwa secara prinsip, infrastruktur utama Terminal Kijing sudah berada dalam kondisi siap operasi.
Kini, tantangan terbesar berada pada faktor pendukung di luar otoritas pelabuhan.
“Kesiapan infrastruktur inti di Terminal Kijing sudah terpenuhi. Saat ini, fokus kami berada pada aspek pendukung di luar area pelabuhan, seperti percepatan akses jalan, peningkatan kualitas alur pelayaran termasuk kebutuhan
dredging
, serta kepastian dukungan operasional dari
stakeholder
terkait,” ujar Budi.
Budi menekankan bahwa kelancaran arus logistik sangat bergantung pada konektivitas antara terminal dengan wilayah
hinterland
(daerah penyangga) di Kalimantan Barat.
Sinkronisasi dengan Pelabuhan Dwikora
Selain aspek fisik, pengaturan lalu lintas kargo menjadi perhatian serius.
General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Yanto, menyoroti pentingnya integrasi antara Terminal Kijing dengan pelabuhan eksisting, seperti Pelabuhan Dwikora di Pontianak.
“Diperlukan pengaturan bertahap dalam peralihan dan distribusi trafik kargo, termasuk integrasi fungsi antara Terminal Kijing dan pelabuhan di Pontianak seperti Dwikora. Ini penting agar utilisasi dapat meningkat tanpa mengganggu layanan yang sudah berjalan,” jelas Yanto.
Kebutuhan Kepastian Arus Barang
Untuk menyusun perencanaan layanan yang berkelanjutan, Pelindo memerlukan kepastian mengenai volume dan jenis barang yang akan masuk.
Hal ini krusial untuk menentukan pengaturan operasional yang lebih terukur di lapangan.
“Kami membutuhkan kejelasan
pipeline
kargo sebagai dasar untuk menyusun perencanaan layanan, mulai dari penyiapan fasilitas hingga pengaturan operasional secara lebih terukur dan berkelanjutan,” tambahnya.
Isu Strategis Lintas Sektor
Sejumlah poin penting yang menjadi catatan dalam pertemuan tersebut meliputi:
Akses Jalan: Percepatan peningkatan kualitas jalan raya menuju terminal guna menampung kendaraan logistik bertonase besar.
Alur Pelayaran: Penataan dan pengerukan (
dredging
) alur laut agar dapat disandari kapal-kapal berkapasitas besar secara aman.
Regulasi: Penyelarasan kebijakan dan perizinan antar kementerian/lembaga untuk meminimalkan hambatan birokrasi.
Dengan memperkuat aspek teknis dan sinergi lintas sektoral, Pelindo Regional 2 optimistis operasional penuh Terminal Kijing akan segera terealisasi.
Kehadiran pelabuhan modern ini diproyeksikan menjadi katalisator efisiensi logistik sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Barat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.