faktakalbar

Menko Polkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Sumatera Selatan

Penulis: Redaksi Friday, 08 May 2026 📖 2 menit
Menko Polkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Sumatera Selatan
Faktakalbar.id, PALEMBANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi menggelar apel kesiapsiagaan karhutla di Sumatera Selatan di Lapangan Griya Agung, Kota Palembang, pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan siaga ini bertujuan untuk menyatukan langkah dan memperkuat kesiapan aparat gabungan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau tahun ini. Baca Juga:  BNPB dan Kodim Bireuen Gelar Survei Relokasi Warga Terdampak Bencana Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago. Ia menginstruksikan seluruh elemen, baik instansi pemerintah, prajurit TNI, personel Polri, hingga masyarakat sipil, untuk serius menangani dan menekan angka kejadian karhutla tanpa kecuali. "Pastikan seluruh perangkat daerah memahami tugas masing-masing, pastikan posko siaga berjalan, personel siap, peralatan tersedia, sumber air terpetakan, jalur mobilisasi terbuka dan sistem komando lapangan berfungsi dengan efektif," ujar Djamari. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau di wilayah tersebut dimulai pada bulan Mei dengan sifat curah hujan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya, sementara puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga telah memetakan 12 wilayah kabupaten dan kota yang rawan karhutla sepanjang 2026 guna dijadikan prioritas pengawasan. Dalam agenda apel tersebut, pemerintah turut meresmikan Reaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 untuk memperkuat evaluasi dan pengendalian kebakaran secara nasional. "Kita jadikan apel kesiapsiagaan hari ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah, dan memastikan bahwa Sumatera Selatan siap menghadapi kemarau 2026 dengan kesiagaan penuh," tambah Djamari. Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan komitmen lembaganya terhadap penanganan karhutla secara cepat dan terpadu. Baca Juga:  BNPB Gelar Pelatihan SDMT 2026 untuk Perkuat Kapasitas Kalaksa BPBD Seluruh Indonesia BNPB tercatat telah mengerahkan dua armada helikopter patroli, empat unit helikopter pengebom air ( water bombing ), dan siap melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di atas langit Sumatera Selatan. "BNPB mendukung seluruh operasi penanganan karhutla di 5 provinsi prioritas, mulai dari perlengkapan satgas darat, operasi modifikasi cuaca, hingga pengerahan armada heli untuk patroli dan water bombing,” jelas Suharyanto. Sebagai bentuk dukungan logistik, BNPB turut menyalurkan bantuan peralatan senilai total Rp2,8 miliar untuk menunjang tugas tim darat. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Korem 044/Gapo, Polda Sumatera Selatan, serta empat kawasan, yakni Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Muara Enim. "Penebalan logistik dan peralatan ini dapat terus dilakukan menyesuaikan kebutuhan di lapangan," ujar Suharyanto. Menutup rangkaian agenda apel kesiapsiagaan karhutla di Sumatera Selatan, seluruh personel gabungan langsung melaksanakan simulasi penanganan kebakaran lapangan secara terpadu. Suharyanto berharap langkah antisipasi terintegrasi ini mampu meminimalkan dampak karhutla terhadap kelestarian lingkungan, kesehatan publik, serta laju aktivitas perekonomian warga. “Dengan kesiapan yang optimal dan kerja sama yang sinergis dari semua pihak, kita optimis dapat mengendalikan karhutla secara lebih efektif pada tahun 2026,” tutupnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK