faktakalbar

Pemerintah Kucurkan Rp654 Miliar untuk Perbaikan Rumah Rusak Korban Siklon Senyar

Penulis: Redaksi Wednesday, 22 April 2026 📖 2 menit
Pemerintah Kucurkan Rp654 Miliar untuk Perbaikan Rumah Rusak Korban Siklon Senyar
Faktakalbar.id, ACEH TAMIANG — Pemerintah pusat kembali menyerahkan bantuan dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak ringan dan sedang bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar. Penyerahan bantuan bagi korban bencana yang terjadi pada November 2025 di wilayah Aceh dan Sumatra Utara ini dilakukan secara serentak melalui metode hybrid pada Selasa (21/6/2026). Baca Juga:  BNPB Salurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu untuk Korban Bencana di Tapanuli Utara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memimpin langsung agenda penyerahan dari titik pusat di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, memimpin proses penyerahan dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara. Dalam sambutannya di Aceh Tamiang, Pratikno menjelaskan bahwa penyaluran dana stimulan dari pemerintah pusat ini merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Secara kumulatif, total alokasi dana stimulan yang telah dikucurkan untuk wilayah Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyentuh angka Rp654,87 miliar. Dana tersebut diproyeksikan untuk membiayai perbaikan rumah rusak sebanyak 18.345 unit untuk kategori ringan dan 12.390 unit untuk kategori sedang. Secara spesifik untuk wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, total dana yang disalurkan mencapai Rp117,96 miliar yang didistribusikan kepada 4.469 Kepala Keluarga (KK). Pemerintah telah menetapkan besaran dana stimulan dengan rincian Rp15 juta per KK untuk kategori rusak ringan, dan Rp30 juta per KK untuk kategori rusak sedang. Ketentuan nominal ini berlaku merata bagi seluruh wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, maupun Sumatra Barat. Baca Juga:  BNPB Targetkan 70 Unit Huntap di Tapanuli Utara Siap Huni pada Mei 2026 Pratikno menekankan bahwa bantuan ini bersifat stimulan yang dirancang untuk mempercepat proses pembiayaan perbaikan tempat tinggal. Tujuan utamanya adalah memastikan hunian masyarakat terdampak dapat segera kembali normal, sehingga stabilitas kehidupan keluarga dan pemulihan sosial ekonomi warga dapat terwujud lebih cepat. “Melalui langkah ini, kita berharap Bapak dan Ibu korban bencana dapat kembali hidup normal seperti sedia kala. Atas arahan Bapak Presiden, kita tidak hanya ingin mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga berupaya membangun kehidupan yang jauh lebih baik,” ungkap Pratikno. Selain menyalurkan dana stimulan, pemerintah pusat juga tengah mempercepat penyediaan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal karena rusak berat atau berada di zona rawan bencana. Berdasarkan data, pembangunan Huntap di Provinsi Aceh ditargetkan mencapai 18.354 unit, sedangkan di Sumatra Barat mencapai 4.186 unit. Hunian bertipe 36 ini dipastikan dibangun menggunakan material tahan gempa dan didirikan di lokasi yang aman dari ancaman banjir maupun tanah longsor. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK