Infrastruktur Rusak Diterjang Longsor, Pemerintah Kerahkan Armada Tangki Atasi Krisis Air di Padang Pariaman
Faktakalbar.id, PADANG PARIAMAN –
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama
Pemerintah
Pusat bergerak cepat menangani krisis air bersih pascabencana banjir dan tanah longsor.
Melalui sinergi dengan BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, dan Dinas Pekerjaan Umum (
PU
), pemerintah mengintensifkan distribusi air bersih kepada warga terdampak di sejumlah titik krusial.
Baca Juga:
Bulog Terbangkan 20 Ton Beras ke Bener Meriah dan Aceh Tengah
Langkah ini diambil sebagai prioritas utama dalam masa tanggap darurat. Fokus penyaluran air ditujukan ke wilayah-wilayah yang akses air bersihnya terputus total serta ke sejumlah posko pengungsian yang menampung warga.
Kerahkan 9 Armada Tangki
Dalam operasinya, Pemerintah Daerah didampingi Pos Pendamping Nasional Provinsi Sumatera Barat memastikan kebutuhan dasar seperti air minum, memasak, dan sanitasi tetap terpenuhi hingga infrastruktur perpipaan pulih kembali.
Untuk memaksimalkan jangkauan, pemerintah mengerahkan armada gabungan.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menurunkan satu unit armada dari Perumda Tirta Anai berkapasitas 4.000 liter dan dua unit truk tangki dari Dinas Pekerjaan Umum dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter.
Dukungan signifikan juga datang dari Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Sebanyak enam unit mobil tangki dengan kapasitas bervariasi antara 4.000 hingga 8.000 liter diperbantukan di lokasi.
Pengoperasian armada bantuan ini dikoordinasikan langsung oleh Polres Padang Pariaman guna mempercepat distribusi air bersih ke kantong-kantong permukiman warga.
Baca Juga:
Update Penanganan Banjir Sumut: Listrik Pulih 97 Persen, Distribusi Logistik ke Barus dan Naipospos Andalkan Helikopter TNI
Depo Pengisian Beroperasi 24 Jam
Guna menjamin kelancaran suplai, seluruh armada melakukan pengisian air di dua lokasi strategis, yakni Depo Pengisian Sungai Durian Tungka di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak dan Depo Pengisian Sungai Buluah di Kecamatan Lubuk Alung.
Afdul, staf Perumda Tirta Anai yang bertugas di lapangan, memastikan kesiapan pasokan air baku untuk armada-armada tersebut.
“Dua depo pengisian milik Perumda Tirta Anai ini mampu memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh semua armada yang beroperasi di Kabupaten Padang Pariaman. Selama masa darurat bencana banjir dan longsor ini, kedua depo tersebut beroperasi 24 jam,” ujar Afdul.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memonitor ketersediaan air di lapangan.
Penyaluran melalui mobil tangki dan
drop point
di posko pengungsian akan terus dilakukan secara intensif hingga situasi kembali normal dan masyarakat dapat mengakses air bersih secara mandiri.
(*Red)
Tag:
#krisis air bersih
#Bencana Sumbar
#Padang Pariaman
#Perumda Tirta Anai
#Polres Padang Pariaman
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.