faktakalbar

Pemerintah Pusat Siapkan Relokasi dan Rumah Panggung Atasi Banjir Minahasa

Penulis: Redaksi Friday, 13 June 2025 📖 2 menit
Pemerintah Pusat Siapkan Relokasi dan Rumah Panggung Atasi Banjir Minahasa
Faktakalbar.id, NASIONAL - Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mendorong sejumlah langkah penanggulangan banjir di Minahasa, Sulawesi Utara. Salah satu upaya yang tengah dibahas adalah relokasi serta pembangunan rumah panggung untuk warga terdampak banjir parah. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Banjir Kabupaten Minahasa yang dipimpin Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pada Kamis (12/6) di Kantor Bupati Minahasa. Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, dan instansi terkait. Baca Juga: BNPB Kirim 3,4 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Nunukan Suharyanto mengapresiasi kerja cepat pemerintah daerah dan TNI-Polri dalam penanganan awal banjir. “Sejauh ini bagus, TNI-Polri juga menggelar dapur umum jadi semua terlayani. Alhamdulillah walaupun hampir dua bulan banjir, tidak ada korban jiwa. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat seperti makan, minum, air bersih, dan MCK tetap terpenuhi,” ujar Suharyanto. Tiga Opsi Penanganan untuk Jangka Menengah Dalam paparannya, Kepala BNPB menyebutkan bahwa pemerintah menyiapkan tiga opsi penanganan jangka menengah bagi warga terdampak banjir di Minahasa: Relokasi terpusat Relokasi mandiri Renovasi rumah menjadi rumah panggung “Pilihan ini akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah daerah bersama masyarakat, agar pada tahun 2026 nanti, jika banjir terulang, masyarakat sudah berada di lokasi aman,” kata Suharyanto. Langkah Jangka Panjang: Revitalisasi Danau dan Pengelolaan Sampah Untuk jangka panjang, pemerintah bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I dan PLN merencanakan revitalisasi Danau Tondano serta pengelolaan sampah di kawasan sekitar. “Dengan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang yang bersinergi, insyaAllah banjir di Minahasa dapat diatasi,” harapnya. Baca Juga: BNPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Tolikara dan Nduga, Papua Pegunungan BNPB juga memberikan bantuan logistik tambahan, antara lain: 5 unit perahu karet dan mesin 200 selimut 200 matras 300 paket sembako 100 paket susu bayi 2 unit perahu katamaran 1 unit truk serbaguna Sebelumnya, BNPB telah menyalurkan bantuan awal berupa tenda, selimut, sembako, dan toilet portabel. Suharyanto menekankan pentingnya pendataan bagi warga yang rumahnya akan direnovasi atau direlokasi. Tinjauan Lapangan dan Dialog dengan Warga Usai rapat, Kepala BNPB meninjau langsung kawasan terdampak banjir di Kelurahan Ro’ong, Tondano Barat. Baca Juga: Rentetan Bencana di Indonesia, BNPB Kirim Bantuan dan Imbau Kesiagaan Ia juga berdialog dengan warga, menegaskan bahwa pemerintah hadir dalam setiap tahap penanggulangan bencana, dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga solusi jangka panjang. Banjir Terparah dalam Lima Tahun Terakhir Banjir yang terjadi sejak 21 April hingga 1 Mei 2025 ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan Danau Tondano meluap. Lima kecamatan terdampak, yaitu Kakas, Tondano Barat, Tondano Timur, Eris, dan Remboken. Data BNPB mencatat: 2.757 Kepala Keluarga atau 7.330 jiwa terdampak 1.313 jiwa mengungsi 1.889 rumah terdampak 4 sekolah ikut terdampak Banjir kali ini merupakan yang terparah dalam lima tahun terakhir. Penyebabnya selain curah hujan tinggi adalah pendangkalan daerah aliran sungai (DAS), penumpukan sampah, dan kerusakan pintu air. Baca Juga: BNPB Gelar Seminar Nasional Pengembangan Sains dan Teknologi Menuju Industrialisasi Kebencanaan Selama lima tahun terakhir, bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan longsor mendominasi bencana alam di Sulawesi Utara, dengan total 149 kejadian. Danau Tondano sendiri merupakan danau terbesar di Sulawesi Utara dengan luas sekitar 4.000 hektare, dikelilingi Gunung Lembean, Kaweng, Masarang, dan Bukit Tampusu.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK