faktakalbar

Pemerintah Siapkan Skema Pembatasan BBM Subsidi Berdasarkan Kapasitas Mesin Kendaraan

Penulis: Redaksi Friday, 15 May 2026 📖 2 menit
Pemerintah Siapkan Skema Pembatasan BBM Subsidi Berdasarkan Kapasitas Mesin Kendaraan
Faktakalbar.id, NASIONAL - Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan skema baru terkait pendistribusian bahan bakar minyak agar program pembatasan BBM subsidi menjadi lebih tepat sasaran. Langkah strategis yang sedang dibahas secara intensif saat ini adalah membatasi pembelian Pertalite dan Biosolar berdasarkan jenis kendaraan serta kapasitas mesin. Baca Juga:  Harga BBM Pertamina Naik Imbas Konflik Global Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha mengatakan bahwa aturan baru tersebut sedang disiapkan melalui tahapan revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014. "BBM Pertalite, solar, terserah nanti kalau Perpres 191 itu yang sudah didiskusikan juga kemarin di DEN dengan Pertamina Patra Niaga itu bisa kita realisasikan, kita batasi," ujar Satya dalam webinar Sarasehan Energi-Transisi Energi di Tengah Disrupsi Geopolitik Global, Selasa (12/5/2026). Satya memproyeksikan bahwa langkah pembatasan BBM subsidi berdasarkan kriteria kendaraan tersebut sangat berpotensi menghemat konsumsi energi nasional secara signifikan. "Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15 persen daripada volume," kata dia. Pemerintah mengambil kebijakan pengetatan ini untuk memastikan distribusi energi negara tidak lagi dinikmati oleh kelompok masyarakat dengan status ekonomi mampu. Selain sektor bahan bakar cair, pemerintah pusat juga sedang menyiapkan proses transformasi pada mekanisme penyaluran subsidi elpiji ukuran tiga kilogram. Transformasi kebijakan peredaran gas tersebut akan diubah dari skema awal berbasis komoditas menjadi skema subsidi langsung berbasis penerima manfaat. Penyaluran gas elpiji ke depannya akan mengacu secara ketat pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. "Kalau elpiji 3 kg itu transformasi ke subsidi yang berbasis orang, dengan data tadi P3KE dan DTKS, itu juga ada satu penghematan," ujar Satya. Pemerintah juga berkomitmen kuat untuk melakukan efisiensi konsumsi energi melalui upaya percepatan elektrifikasi kendaraan dan pengembangan sarana transportasi publik. Langkah audit energi bagi berbagai sektor industri berskala besar juga akan diterapkan sebagai bagian dari program penghematan secara menyeluruh. Pada sisi pasokan, negara terus mendorong optimalisasi pemenuhan kebutuhan pasar domestik untuk komoditas batu bara dan gas bagi fasilitas pembangkit listrik. Peningkatan program mandatori campuran biodiesel hingga batas lima puluh persen juga menjadi strategi andalan pemerintah untuk menekan volume impor solar. Rangkaian kebijakan krusial ini dinilai sangat penting untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi beban negara di tengah fluktuasi harga global. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK