faktakalbar

Pemerintah,NGO, Ormas dan Komunitas Aksi Nyata di Hari Penyu Sedunia

Penulis: Redaksi Sunday, 26 May 2024 📖 2 menit
Pemerintah,NGO, Ormas dan Komunitas Aksi Nyata di Hari Penyu Sedunia
SAMBAS- Messenger of Peace Kalimantan Barat bersama WWF Paloh Kalimantan Barat merayakan Hari Penyu Sedunia dengan aksi nyata membersihkan pantai dan melepaskan tukik (anak penyu) kembali ke laut.   Acara berlangsung dengan meriah pada Kamis (23-24/5) di Area Konservasi Penyu Sei Belacan Paloh,Kabupaten Sambas.   Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye MoP dan WWF di bulan Mei yang bertema “Selamatkan Penyu, Selamatkan alam dan Selamatkan kehidupan"   Kampanye tersebut mencakup berbagai kegiatan seperti Monitoring, aksi bersih pantai, pelepasan tukik, serta fokus pada penyu dan diskusi konservasi.   Aksi bersih pantai dan pelepasan tukik di Pantai konservasi Sei Belacan dihadiri oleh Syarif Iwan Taruna Alkadrie Kepala BPSPL Kalimantan Barat, perwakilan Kwartir Daerah Kalimantan Barat, anggota DKN, Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI) Politeknik Negeri Sambas, komunitas lokal kelompok Masyarakat wahana bahari, karang taruna, dan relawan yang peduli lingkungan.   Akhmad, Koordinator Messengers of Peace Kwartir daerah Kalimantan Barat, menyatakan antusiasmenya, “kami dan masyarakat yang hadir dengan gembira mengadakan acara ini yang mencerminkan komitmen kami terhadap kelestarian lingkungan dan peran kami sebagai Duta Perdamaian Kegiatan ini adalah langkah konkret dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar, terutama habitat pesisir yang menjadi rumah bagi berbagai biota laut, termasuk penyu.”   Akhmad juga memaparkan, Paloh dikenal dengan pantai-pantainya yang tenang dan panorama indah yang menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, kondisi pantai-pantai tersebut terancam oleh peningkatan sampah, puing, dan kontaminan di sepanjang garis pantai.   “Jika dibiarkan, pantai-pantai indah di Paloh akan secara bertahap mengalami degradasi dan kehilangan integritasnya sebagai ikon Paloh,” ungkapnya.   Kegiatan pembersihan pantai oleh MOP, WWF, melibatkan pengangkatan sampah dan puing-puing dari garis pantai, bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman bagi kehidupan laut serta para pengunjung pantai.   Ria Hayatunnur Taqwa, Wakil sekretaris Kwarda Kalimantan Barat menjelaskan bersamaan dengan peringatan Hari Penyu Sedunia, yang diperingati setiap tahun pada tanggal 23 Mei, didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi penyu dengan mempromosikan upaya untuk melindungi habitat alaminya.   Inisiatif Messenger of peace dalam membersihkan Pantai Sei Belacan sejalan dengan tujuan Hari Penyu Sedunia tersebut dengan menyoroti pentingnya melestarikan ekosistem pesisir dan memastikan kelangsungan hidup penyu bagi generasi mendatang.   Setelah pembersihan pantai dilakukan Fokus pada penyu dan diskusi konservasi para partisipan kolempok masyarakat, ikut serta dalam melepaskan tukik yang telah disiapkan untuk dilepas kembali ke laut.(rfk/*r)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK