faktakalbar

Jaga Stabilitas Harga Menjelang Ramadan, Pemkab Kayong Utara Gelar Pangan Murah

Penulis: Redaksi Tuesday, 03 March 2026 📖 1 menit
Jaga Stabilitas Harga Menjelang Ramadan, Pemkab Kayong Utara Gelar Pangan Murah
Faktakalbar.id, SUKADANA (02/03/26) - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Baca Juga:  Stabilkan Pasokan Jelang Ramadan, Pemkab Kayong Utara Sediakan 600 Paket Beras Murah Kegiatan ini digelar di halaman Kantor Desa Riam Berasap Jaya , Kecamatan Sukadana , Senin (2/3/2026), dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Bupati Romi Wijaya menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. “Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam menjaga stabilitas harga pangan serta melindungi daya beli masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan,” ucap Romi Wijaya. Lebih lanjut, Romi menyampaikan bahwa peningkatan kebutuhan pangan selama Ramadan berpotensi memicu lonjakan harga jika tidak diantisipasi dengan baik. Melalui program ini, pemerintah berupaya menyediakan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau dan distribusi yang merata bagi keluarga berpenghasilan rendah. Baca Juga:  Gandeng Jurnalis, Pemkab Kayong Utara Pamerkan Potret Pendidikan dan Sejarah Sukadana Bupati Romi juga memberikan apresiasi kepada berbagai instansi, distributor, dan pelaku usaha yang telah bersinergi mendukung kelancaran acara ini. Ia berharap kegiatan GPM dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat Kayong Utara. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK