Punya Potensi Besar, Pontianak Timur Diarahkan Jadi Destinasi Wisata Berbasis Sejarah
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Pemerintah Kota Pontianak
berkomitmen menyulap kawasan Kecamatan
Pontianak Timur
menjadi destinasi unggulan yang memadukan pesona alam, kekayaan budaya, dan nilai sejarah.
Baca Juga:
Hindari Data Meleset, Pemkot Pontianak Validasi Ulang Materi Publikasi PDA 2026
Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat identitas wilayah sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat berbasis kearifan lokal, Kamis (12/2/2026).
Wakil Wali Kota Pontianak,
Bahasan
, mengungkapkan bahwa wilayah Timur memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal.
Hal tersebut disampaikannya usai membuka Musrenbang RKPD Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur di Hotel Golden Tulip.
“Pengembangan kawasan Pontianak Timur kita arahkan pada kegiatan wisata alam, budaya dan sejarah dengan didukung pengembangan simpul-simpul kegiatan. Kawasan ini memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap optimal,”
ujar Bahasan.
Bahasan menekankan, visi pengembangan ini tidak hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga dampak ekonomi riil bagi warga.
Rencana besar tersebut akan didukung dengan penataan kawasan tepi sungai atau
waterfront development
yang berfungsi sebagai ruang publik, serta revitalisasi situs-situs bersejarah dan permukiman tradisional.
“Kita ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,”
tambahnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, sejumlah infrastruktur pendukung telah masuk dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2026.
Prioritas fisik meliputi pembangunan jalan dan saluran lingkungan di 99 lokasi, serta peningkatan empat ruas jalan vital yakni Jalan Tanjung Raya II, Jalan Abu Naim, Jalan Padat Karya, dan Jalan Tekam.
Baca Juga:
Belum Ada Kasus Virus Nipah, Edi Kamtono Minta Warga dan RS Tetap Siaga
Tak hanya jalan, Pemkot juga merencanakan pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Jalan Karya Tani–Jalan Karya Baru, pembangunan Kantor Lurah Dalam Bugis, hingga proyek ikonik pembangunan masjid terapung.
Bahasan berharap masyarakat aktif memberikan masukan dalam Musrenbang agar pembangunan berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan wilayah.
“Dengan arah pengembangan ini, kita tidak hanya membangun fisik kawasan, tetapi juga membangun identitas dan karakter wilayah yang berakar pada kearifan lokal,”
tegas Bahasan.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.