faktakalbar

Pemkot Pontianak Intensifkan Pengawasan Stok dan Harga Pangan Jelang Ramadan

Penulis: Redaksi Tuesday, 04 March 2025 📖 2 menit
Pemkot Pontianak Intensifkan Pengawasan Stok dan Harga Pangan Jelang Ramadan
PONTIANAK – Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengintensifkan pengawasan terhadap stok dan harga pangan guna mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi setiap tahunnya. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menginstruksikan Tim Satgas Ketahanan Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman. “Ya, ini yang akan saya intensifkan di lapangan. Kita akan turun memastikan stok bahan-bahan kebutuhan pokok di Kota Pontianak tetap aman,” ujar Edi pada Senin (3/3/2025). Ia juga mengingatkan para distributor dan agen untuk tidak melakukan praktik curang, seperti menahan distribusi barang guna menciptakan kelangkaan demi keuntungan pribadi. Menurutnya, tindakan tersebut dapat menyebabkan lonjakan harga dan menyulitkan masyarakat. “Kita harus pastikan bahwa stok pangan pokok ini terpenuhi. Ketika stok tersedia dengan baik, harga juga tidak akan melonjak tinggi, sehingga inflasi bisa dikendalikan,” tambahnya. Harga Sayur Stabil, Cabai Masih Fluktuatif Edi menyebutkan bahwa harga sayur-mayur yang sempat naik beberapa waktu lalu kini mulai stabil. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau kondisi pasar dan memastikan stabilitas harga bahan pokok agar masyarakat tidak terbebani. “Alhamdulillah kalau sudah stabil ya, jadi memang ini tugas pemerintah untuk terus memantau dan memastikan stabilitas harga,” kata Edi. Untuk mendukung upaya ini, Pemkot Pontianak bekerja sama dengan berbagai instansi guna memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar. Koordinasi dengan Bulog dan pihak terkait terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan serta kestabilan harga pangan di pasaran. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bulog, untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana. Ini adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tutur Edi. Ketersediaan Stok Pangan Aman Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak, Muchammad Yamin, memastikan bahwa stok kebutuhan pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan. “Yang terutama adalah daging ayam dan telur, karena biasanya masyarakat Kota Pontianak di awal Ramadan memiliki tradisi mengonsumsi daging-dagingan. Permintaan yang tinggi ini memang kerap membuat harga sedikit melonjak, tetapi yang terpenting bagi kami adalah memastikan ketersediaan stok,” sebutnya. Selain daging ayam dan telur, cabai juga menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga. Yamin menjelaskan bahwa faktor suplai dari daerah penghasil turut memengaruhi harga cabai di pasaran. Meski demikian, ia optimistis harga akan kembali stabil dalam beberapa bulan mendatang, terutama saat musim panen tiba. “Kita yakin, beberapa bulan ke depan, ketika sudah masuk masa panen, harga-harga akan kembali normal. Untuk saat ini, kami terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan distributor serta petani lokal untuk memastikan distribusi barang berjalan lancar,” ucapnya. Yamin juga menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, termasuk mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan berbelanja secara bijak. “Saya kemarin mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan berbelanja secara bijak. Kita memastikan bahwa stok bahan pangan di Kota Pontianak, termasuk di wilayah-wilayah sekitarnya, tersedia hingga beberapa waktu ke depan,” imbuhnya. Dengan adanya jaminan tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pangan selama Ramadan. Pemkot Pontianak berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga dan pasokan di pasar-pasar tradisional maupun modern guna memastikan kenyamanan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Insya Allah stok aman. Kami berterima kasih atas kerja sama semua pihak, mulai dari distributor, petani, hingga masyarakat, yang turut menjaga stabilitas pangan di Kota Pontianak,” tutup Yamin.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK