Pemkot Pontianak Kumpulkan Ratusan RT/RW, Bahas Transparansi PPDB hingga Peningkatan IPM
Faktakalbar.id, PONTIANAK —
Wakil Wali Kota
Pontianak
, Bahasan, menegaskan pentingnya asas transparansi dan keadilan dalam proses pelaksanaan PPDB 2026 di Pontianak.
Penegasan ini disampaikan Bahasan di hadapan ratusan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kecamatan Pontianak Kota dalam agenda sosialisasi yang diselenggarakan di Aula Kantor Camat setempat pada Selasa (21/4/2026).
Baca Juga:
Pemkot Pontianak Komitmen Laksanakan PPDB Objektif, Transparan dan Akuntabel
Menjelang dibukanya masa pendaftaran sekolah, Bahasan memperingatkan seluruh pemangku kepentingan agar penerimaan siswa baru dijalankan secara jujur dan bersih.
Ia menolak tegas segala bentuk kecurangan, khususnya praktik titip-menitip calon peserta didik demi memperoleh kursi di sekolah negeri.
“Saya tidak ingin ada praktik titip-menitip, baik kepada pihak sekolah maupun pemerintah. Jika ditemukan, akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Ia berharap jalannya PPDB 2026 di Pontianak yang transparan dapat menciptakan rasa keadilan sekaligus memberikan ketenangan bagi masyarakat luas.
Lebih jauh, Bahasan menjelaskan bahwa agenda pertemuan ini tidak sekadar membahas mekanisme kebijakan penerimaan siswa baru. Kegiatan ini juga menjadi forum konsolidasi untuk merumuskan langkah strategis terkait upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan sektor pendidikan, serta menjabarkan rencana program pembangunan di sejumlah kelurahan.
Menurut Bahasan, setiap rumusan kebijakan pemerintah daerah mutlak memerlukan proses sosialisasi dan komunikasi yang efektif bersama warga. Hal ini sangat penting agar program yang dicanangkan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Setiap program pemerintah tidak terlepas dari aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi dan sosialisasi menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Bahasan menambahkan, pemerintah daerah terus memegang komitmen penuh dalam memajukan kualitas sumber daya manusia, karena pendidikan merupakan kunci utama dalam mengangkat derajat kesejahteraan.
Baca Juga:
Pemkot Pontianak Perpanjang PPDB SD dan SMP dengan Sistem Zonasi
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para pengurus RT dan RW untuk proaktif menjembatani dan menyuarakan permasalahan yang terjadi di wilayah kerjanya. Pemerintah selalu membuka ruang dialog guna merumuskan solusi bersama, dengan sasaran prioritas pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.
Sementara itu, Camat Pontianak Kota, Anisah Nurbayani, memaparkan bahwa sosialisasi ini adalah bagian dari agenda pembekalan tahunan. Tujuannya membekali para pengurus wilayah agar optimal menjalankan fungsinya sebagai mitra pemerintah kota.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga memperkuat sinergi, koordinasi, serta menyamakan persepsi dalam mendukung pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Anisah merinci, agenda ini dihadiri oleh 190 peserta, yang terdiri dari 120 Ketua RW dan 70 Ketua RT. Mengingat total Ketua RT di wilayah Pontianak Kota mencapai 521 orang, sebagian dari mereka belum dapat dihadirkan secara serentak pada sesi ini.
“Sehingga belum seluruhnya dapat dihadirkan karena keterbatasan kapasitas tempat,” kata Anisah.
Selain materi tentang pendidikan, Anisah menyebutkan bahwa peserta juga mendapatkan pembekalan terkait rencana program infrastruktur Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).
“Selain itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait program SPALD-T yang direncanakan segera dilaksanakan di Kota Pontianak,” tutupnya.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.