Pemkot Pontianak Terapkan Sistem Satu Arah di Jalan Paralel Sungai Raya Dalam
Faktakalbar.id, PONTIANAK —
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak
secara resmi menetapkan kebijakan baru terkait rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan sistem satu arah di ruas Jalan Paralel Sungai Raya Dalam.
Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 300/DISHUB/2026 tentang Penetapan Sistem Satu Arah Lalu Lintas di Ruas Jalan Paralel Sungai Raya Dalam Kota Pontianak.
Baca Juga:
Solusi Macet Serdam: Sistem Satu Arah Disepakati, Masuk Lewat Kubu Raya, Keluar Lewat Pontianak
Kepala
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak
, Yuli Trisna Ibrahim, menjelaskan bahwa penerapan kebijakan ini akan diawali dengan tahap uji coba.
Masa uji coba berlangsung selama hampir satu bulan penuh, mulai dari tanggal 2 hingga 28 Februari 2026.
“Selanjutnya, mulai 1 Maret 2026, sistem satu arah di paralel Sungai Raya Dalam mulai berlaku permanen hingga seterusnya,” terangnya pada Senin (2/2/2026).
Rute dan Jadwal Pemberlakuan
Berdasarkan keputusan tersebut, pengaturan arus lalu lintas dibuat searah dari selatan menuju utara. Kendaraan hanya diperbolehkan melaju dari arah kawasan Jembatan Kupu-Kupu (Jembatan Putih) menuju simpang Jalan Ahmad Yani.
Aturan ini bersifat mengikat untuk seluruh jenis kendaraan tanpa terkecuali. Selain itu, kebijakan ini diberlakukan setiap hari selama 24 jam penuh.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi Kalimantan Barat serta Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Pontianak.
Solusi Urai Kepadatan Lalu Lintas
Yuli Trisna menyebutkan bahwa volume kendaraan di kawasan tersebut cukup tinggi, sehingga kerap menimbulkan permasalahan lalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan manajemen rekayasa yang lebih efektif dan terukur.
“Penerapan sistem satu arah ini dilakukan sebagai upaya manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” ungkap Trisna.
Ia menambahkan bahwa kondisi Jalan Paralel Sungai Raya Dalam membutuhkan penataan ulang agar arus kendaraan lebih lancar.
“Jalan Paralel Sungai Raya Dalam memiliki volume kendaraan yang cukup tinggi, sehingga diperlukan pengaturan arus lalu lintas yang lebih efektif dan terukur,” ujarnya.
Baca Juga:
Sujiwo Ajukan Alih Status Jalan di Kabupaten Kubu Raya dari Jalan Kabupaten ke Jalan Provinsi
Sosialisasi dan Evaluasi Berkala
Untuk memastikan masyarakat memahami aturan baru ini, Dishub Kota Pontianak berkomitmen melakukan sosialisasi secara intensif sebelum dan selama masa penerapan.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan aparat kewilayahan setempat.
“Kami akan melakukan sosialisasi secara masif, baik melalui pemasangan rambu-rambu, marka jalan, maupun melalui koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan setempat,” jelasnya.
Pemerintah berharap adanya dukungan penuh dari masyarakat agar pelaksanaan kebijakan ini berjalan optimal.
Pemantauan dan evaluasi juga akan dilakukan secara berkala untuk melihat efektivitas kebijakan di lapangan.
“Kami berharap kebijakan ini dapat menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, lancar, dan aman, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan,” tutup Trisna.
(*Red)
Tag:
#Berita Terkini
#Info Pontianak
#rekayasa lalu lintas
#Dishub Kota Pontianak
#Jalan Paralel Sungai Raya Dalam
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.