faktakalbar

Pemprov Kalbar Kucurkan Rp100 Juta Dukung Pelestarian Budaya Festival Sahur-Sahur Mempawah

Penulis: Redaksi Tuesday, 03 March 2026 📖 2 menit
Pemprov Kalbar Kucurkan Rp100 Juta Dukung Pelestarian Budaya Festival Sahur-Sahur Mempawah
Faktakalbar.id, MEMPAWAH - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian pariwisata daerah berbasis kearifan lokal melalui penyelenggaraan Festival Sahur-Sahur Mempawah ke-23 tahun 2026. Ajang kebudayaan tahunan yang menyedot perhatian masyarakat luas ini secara resmi digelar di Kabupaten Mempawah pada Senin (2/3/2026). Baca Juga: Dukung Wisata Religi, Kodaeral XII Perkuat Sinergi di Festival Sahur-Sahur Mempawah 2026 Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang hadir langsung meninjau kegiatan tersebut, menegaskan bahwa tradisi ini telah berkembang menjadi sebuah aset penting bagi daerah. Menurutnya, acara ini bukan sekadar rutinitas warga dalam membangunkan masyarakat untuk makan sahur di bulan suci Ramadan, melainkan sebuah warisan budaya yang memiliki nilai strategis dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. "Festival Sahur-Sahur adalah identitas budaya yang harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya kebanggaan Mempawah, tetapi juga kebanggaan Kalimantan Barat," Kata Gubernur Kalbar Ria Norsan di Mempawah, Senin. Sebagai bentuk komitmen dan dukungan konkret dari pemerintah provinsi, Pemprov Kalbar secara resmi mengalokasikan dana hibah sebesar Rp50 juta untuk menyukseskan pelaksanaan Festival Sahur-Sahur Mempawah pada tahun ini. Tidak hanya mengandalkan kas daerah, Gubernur Ria Norsan turut memberikan tambahan dana dukungan secara pribadi sebesar Rp50 juta. Dengan tambahan tersebut, total bantuan pembiayaan yang diserahkan mencapai angka Rp100 juta. Lebih lanjut, Norsan juga mendorong adanya peningkatan dukungan alokasi anggaran pada penyelenggaraan tahun-tahun mendatang. Ia secara langsung meminta pihak panitia penyelenggara untuk menyiapkan proposal kegiatan terencana agar nilai bantuan pada tahun 2027 dapat ditingkatkan hingga menyentuh angka Rp200 juta. Peningkatan nilai dukungan ini dinilai sejalan dengan semakin membesarnya skala dan dampak dari event tersebut. Saat ini, eksistensi festival ini telah diakui secara luas di tingkat nasional. Ajang budaya ini telah berhasil masuk ke dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) serta tercantum secara resmi dalam Calendar of Event Kalimantan Barat 2026. Tidak hanya itu, tradisi khas Mempawah ini juga telah dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan. Baca Juga: Festival Sahur-Sahur XXIII Mempawah Jadi Simbol Harmoni Budaya Menurut pandangan Gubernur, berbagai pengakuan dan status bergengsi tersebut merupakan sebuah peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan. Peningkatan kunjungan ini diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dilibatkan secara aktif dalam area Ramadan Fair. “Dengan naiknya status festival ini, kita berharap dampak ekonominya semakin terasa bagi masyarakat lokal,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Bupati Mempawah, Hj. Erlina, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan nyata dari pihak Pemprov Kalbar terhadap upaya pelestarian budaya Sahur-Sahur di daerahnya. Ia memaparkan bahwa festival ini telah melalui serangkaian proses pengusulan yang panjang hingga akhirnya diakui secara nasional. Erlina menaruh harapan besar agar generasi muda dapat terus dilibatkan secara aktif dalam upaya pengembangan festival, sehingga kearifan lokal tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi. "Festival Sahur-Sahur yang menampilkan atraksi musik perkusi tradisional dari bahan-bahan sederhana tersebut setiap tahunnya menjadi daya tarik wisata religi dan budaya, sekaligus memperkuat citra Kalimantan Barat sebagai daerah yang kaya tradisi dan harmonis dalam keberagaman," kata Erlina.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK