faktakalbar

Pemprov Kalteng Perjuangkan Pendidikan Tinggi Merata Melalui Program Beasiswa "Satu Rumah Satu Sarjana"

Penulis: Redaksi Tuesday, 12 August 2025 📖 2 menit
Pemprov Kalteng Perjuangkan Pendidikan Tinggi Merata Melalui Program Beasiswa "Satu Rumah Satu Sarjana"
Faktakalbar.id, NASIONAL - Pemerintah Provinsi ( Pemprov ) Kalimantan Tengah (Kalteng) meluncurkan sebuah program inovatif bernama Satu Rumah Satu Sarjana. Program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga Kalteng yang berhasil menempuh pendidikan tinggi. Selama ini, banyak warga di daerah terpencil mengalami kesulitan untuk mengakses pendidikan lanjutan, baik karena keterbatasan biaya maupun karena kendala putus sekolah. Baca Juga: Gelar Tak Lagi Cukup: Pendidikan Indonesia Harus Berubah Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemprov Kalteng menawarkan beragam inisiatif, termasuk program beasiswa dan pengadaan sekolah kejar paket. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa generasi muda di pelosok Kalteng tetap memiliki kesempatan untuk meraih pendidikan hingga jenjang sarjana. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar program beasiswa dapat tepat sasaran. Ia menjelaskan bahwa rencana kebutuhan harus didasarkan pada data riil yang diperoleh langsung dari lapangan. “Untuk menyukseskan program satu keluarga satu sarjana, itu harus didata dari desa. Pak Gubernur ingin penerima program ini anak-anak dari wilayah terpencil yang sangat membutuhkan bantuan pendidikan,” ujar Reza. Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Pendidikan Kalteng telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Baca Juga: Korupsi Program Digitalisasi Pendidikan: Tersangka Konsultan Kemendikbud Dipasangi Gelang Detektor Kaki Kerjasama ini melibatkan seluruh kepala desa di Kalteng guna mendukung pelaksanaan program. “Kepala desa dapat membantu mendata, dalam satu keluarga, apakah ada yang belum sarjana, ada tidak yang putus sekolah, bagaimana kita menciptakan satu keluarga satu sarjana kalau SMP saja tidak lulus,” jelasnya. Reza menambahkan bahwa anak-anak yang putus sekolah di desa membutuhkan pendekatan khusus agar mereka termotivasi untuk kembali bersekolah hingga ke perguruan tinggi. “Ini harus ada treatment apakah dilakukan dengan PKBM seperti Paket C, itu treatment yang harus dilakukan Pemprov bekerja sama dengan Pemkab/Pemkot karena ada koordinasi yang perlu diperkuat yang menjadi kewenangan pemerintah daerah,” tuturnya. Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu upaya utama untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerahnya. Baca Juga: Hadapi Krisis Fatherless, Pemerintah Canangkan Gerakan Nasional Ayah Teladan Menurut Gubernur, program Satu Rumah Satu Sarjana bukan sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan konkret yang bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kalteng secara merata dan berkeadilan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK