Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Ajak Generasi Muda Tangkal Radikalisme dan Kejahatan Siber
Faktakalbar.id, KUBU RAYA -
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten
Kubu Raya
menggelar acara "Refleksi Kebangsaan Ramadhan" pada Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan diskusi ini dipusatkan pelaksanaannya di Gedung Dakwah Muhammadiyah
Kalimantan Barat
.
Acara tersebut sengaja dirancang untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap ancaman intoleransi, radikalisme, dan kejahatan siber (
cyber crime
).
Mengusung tema peran strategis pemuda di era digital, forum ini dihadiri oleh berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kubu Raya, mahasiswa, hingga kalangan pelajar.
Baca Juga:
Kesbangpol Kubu Raya Siapkan Perda Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, Unggul Ali Sadewo, menyebut kegiatan ini sebagai ruang diskusi sekaligus refleksi.
Tujuannya adalah untuk memperkuat pemahaman kebangsaan para pemuda di tengah kompleksitas tantangan era kiwari.
“Pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para pemuda agar lebih memahami bahaya intoleransi, radikalisme, serta kejahatan siber yang saat ini semakin berkembang di era digital,” ujarnya.
Menurut Unggul, pesatnya perkembangan teknologi dan sistem informasi harus disikapi secara bijak.
Generasi muda tidak boleh mudah terpengaruh oleh berbagai informasi simpang siur yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
“Di era digital saat ini, arus informasi begitu cepat. Karena itu pemuda harus memiliki literasi digital yang baik agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang mengandung ujaran kebencian, radikalisme, maupun hoaks,” tambahnya.
Ia menaruh harapan besar agar forum refleksi kebangsaan ini mampu mencetak para agen perubahan. Pemuda dituntut untuk terus menjaga toleransi serta memperkuat ikatan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kami berharap para pemuda yang hadir hari ini dapat menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan, menolak paham radikalisme, serta ikut berperan aktif dalam mencegah kejahatan siber di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Untuk membedah isu tersebut secara komprehensif, panitia turut menghadirkan sejumlah pemateri ahli lintas sektor.
Edukasi pencegahan ini diisi langsung oleh perwakilan akademisi, unsur Densus 88, hingga perwakilan dari Kesbangpol setempat.
Baca Juga:
Bawaslu Kubu Raya Awasi Verifikasi Faktual Data Pemilih di Empat Kecamatan
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.