faktakalbar

Pemula Wajib Tahu! Ini 5 Tips Naik Gunung Agar Aman dan Tidak Kapok

Penulis: Redaksi Thursday, 20 November 2025 📖 3 menit
Pemula Wajib Tahu! Ini 5 Tips Naik Gunung Agar Aman dan Tidak Kapok
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Melihat foto-foto pemandangan di atas awan yang berseliweran di media sosial memang sangat menggoda. Rasanya ingin segera mengepak tas dan berlari menuju puncak gunung. Namun, bagi Anda yang baru pertama kali mencoba mendaki, jangan pernah meremehkan alam. Naik gunung bukan sekadar jalan-jalan sore; ini adalah aktivitas fisik yang menuntut stamina, mental, dan persiapan matang. Baca Juga:  Solo Traveling: Kenapa Bepergian Sendirian Bisa Jadi Healing Terbaik Banyak pendaki pemula yang akhirnya "kapok" atau bahkan mengalami cedera karena nekat mendaki tanpa bekal pengetahuan yang cukup. Agar pengalaman perdana Anda menjadi kenangan manis yang bikin ketagihan, bukan trauma yang menyakitkan, persiapan adalah kuncinya. Berikut adalah 5 tips dasar naik gunung untuk pemula yang wajib Anda terapkan sebelum melangkahkan kaki ke alam bebas: 1. Lakukan Latihan Fisik Minimal Seminggu Sebelum Hari H Kesalahan paling fatal yang sering dilakukan pemula adalah mendaki dengan modal "nekat" tanpa persiapan fisik. Gunung memiliki medan menanjak yang tidak kenal ampun terhadap otot kaki dan paru-paru. Setidaknya satu atau dua minggu sebelum keberangkatan, biasakan tubuh Anda dengan olahraga kardio ringan seperti jogging , berenang, atau naik-turun tangga. Latihan ini bertujuan untuk melatih pernapasan agar tidak mudah ngos-ngosan dan memperkuat otot kaki agar terhindar dari kram mendadak di tengah jalur pendakian. 2. Pilih Gunung dengan Trek Ramah Pemula Jangan langsung berambisi menaklukkan gunung dengan ketinggian di atas 3.000 mdpl (meter di atas permukaan laut) yang memiliki trek ekstrem . Sebagai permulaan, pilihlah gunung yang memiliki ketinggian sedang atau dikenal "ramah pemula" ( beginner friendly ). Gunung-gunung seperti Gunung Prau, Gunung Papandayan, atau Gunung Andong bisa menjadi pilihan tepat karena durasi pendakiannya relatif singkat (2-4 jam) dan jalurnya sudah tertata rapi. Tujuannya adalah untuk mengenalkan tubuh Anda pada adaptasi ketinggian dan ritme mendaki terlebih dahulu. 3. Gunakan Pakaian dan Sepatu yang Tepat (Haram Pakai Jeans!) Ini adalah aturan emas yang tidak boleh dilanggar: jangan pernah mendaki gunung menggunakan celana berbahan jeans atau denim. Bahan jeans sangat berat, kaku, dan sulit kering jika terkena air atau keringat, yang justru bisa memicu hipotermia (kedinginan ekstrem). Gunakanlah pakaian berbahan dry-fit atau poliester yang ringan dan cepat kering. Selain itu, pastikan Anda menggunakan sepatu atau sandal gunung yang memiliki gerigi (grip) kuat agar tidak tergelincir di tanah yang licin. Salah kostum adalah penyebab utama ketidaknyamanan saat mendaki. 4. Jangan Pergi Sendirian, Ajak Teman yang Berpengalaman Mendaki gunung memiliki risiko tersesat yang nyata, terutama bagi Anda yang belum bisa membaca tanda alam atau navigasi darat. Sangat disarankan untuk mendaki bersama rombongan atau teman yang sudah berpengalaman ( leader ). Jika tidak memiliki teman pendaki, Anda bisa bergabung dengan Open Trip atau menyewa jasa pemandu lokal ( porter/guide ). Mereka tidak hanya membantu menunjuk arah, tetapi juga bisa mengajari teknik berjalan yang benar, cara mendirikan tenda, hingga manajemen logistik selama di atas gunung. 5. Manajemen Logistik dan Air Minum yang Cukup Di gunung tidak ada minimarket. Anda harus memperhitungkan kebutuhan makan dan minum dengan cermat. Bawalah air minum lebih banyak dari yang Anda kira akan Anda butuhkan, karena dehidrasi adalah musuh utama pendaki. Untuk makanan, bawalah kombinasi makanan berat untuk di tenda dan camilan berkalori tinggi seperti cokelat, madu, atau gula merah untuk dimakan sambil berjalan. Manajemen logistik yang buruk bisa membuat tubuh lemas, emosi tidak stabil, dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun tim. Kesimpulan Gunung tidak akan lari ke mana, jadi jangan terburu-buru. Persiapkan diri Anda sebaik mungkin karena puncak hanyalah bonus, tujuan utamanya adalah pulang ke rumah dengan selamat. Jika persiapan sudah matang, niscaya lelahnya perjalanan akan terbayar lunas dengan keindahan yang disuguhkan alam. Baca Juga:  Dari Tsunami Hingga Badai: 4 Rekomendasi Film Soal Banjir yang Menegangkan (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK