faktakalbar

Ribuan Telur Penyu Hijau Hasil Sitaan Dimusnahkan di Sambas

Penulis: Redaksi Thursday, 25 September 2025 📖 1 menit
Ribuan Telur Penyu Hijau Hasil Sitaan Dimusnahkan di Sambas
Faktakalbar.id, SAMBAS - Polres Sambas memusnahkan 6.815 butir telur penyu hijau hasil sitaan dari tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati pada Rabu (24/9/2025). Langkah ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang tegas terhadap perburuan satwa dilindungi. Kepala Seksi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko Kasih Wiyono , menegaskan pemusnahan ini menunjukkan keseriusan kepolisian dalam melindungi penyu hijau, yang merupakan salah satu ikon pesisir Sambas. "Berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim WWF Indonesia , mayoritas telur penyu yang disita telah mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat tingkat daya tetas menjadi sangat rendah, sehingga tidak memungkinkan untuk dikembalikan ke habitat aslinya," jelas Sadoko. "Oleh karena itu, pemusnahan dipandang sebagai langkah paling tepat." Meskipun demikian, 65 butir telur penyu tetap disimpan sebagai barang bukti untuk kepentingan persidangan. Hal ini memastikan proses hukum terhadap para pelaku tetap berjalan dengan dasar pembuktian yang sah. Baca Juga:   Demo Besar di Sambas, Warga Kritik Keras Kebijakan Pemda Pemusnahan ini juga dimaksudkan sebagai pesan peringatan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan telur penyu ilegal. Aktivitas tersebut dianggap merugikan ekosistem laut dan mengancam kelestarian penyu hijau yang telah dilindungi undang-undang. Ia menambahkan, Polres Sambas berkomitmen tidak akan memberikan ruang bagi tindakan yang merusak lingkungan hidup. Pihaknya akan terus mengawal perlindungan terhadap satwa langka tersebut. “Kami mengimbau masyarakat agar turut menjaga kelestarian penyu, demi keberlangsungan hidup generasi mendatang,” pungkasnya. (DNS)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK