faktakalbar

Penataan Istana Amantubillah dan Makam Opu Daeng Manambon

Penulis: Redaksi Sunday, 08 February 2026 📖 1 menit
Penataan Istana Amantubillah dan Makam Opu Daeng Manambon
Faktakalbar.id, MEMPAWAH - Pemerintah Kabupaten Mempawah merancang penataan ulang kawasan cagar budaya unggulan daerah. Fokus utama pembangunan infrastruktur menyasar Kompleks Istana Keraton Amantubillah dan Makam Opu Daeng Manambon. Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, memimpin pembahasan rencana tersebut dalam Workshop Penyusunan Rencana Pembangunan Infrastruktur Kawasan Strategis (RPIKS) Cagar Budaya , Kamis (5/2/2026). Pemerintah daerah menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk merealisasikan proyek ini. Baca Juga: Pemkab Mempawah Susun Rencana Infrastruktur Kawasan Cagar Budaya Dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) Kabupaten Mempawah menetapkan dua klaster utama pengembangan. Klaster pertama meliputi wisata budaya di Kecamatan Mempawah Timur, yakni Istana Keraton Amantubillah, Masjid Jamiatul Khair, dan Benteng Kota Batu. Klaster kedua berfokus pada wisata religi yang memiliki basis pengunjung tinggi. Lokasi tersebut mencakup Makam Opu Daeng Manambon, Makam Habib Husein Alkadri, Makam Panembahan Adinata, Makam Syeikh Hafal, dan Makam Ratu Intan. Juli Suryadi menegaskan bahwa pembangunan fisik bertujuan memperkuat identitas sejarah sekaligus menggerakkan ekonomi warga sekitar. Pemerintah Kabupaten Mempawah kini mempercepat penyusunan dokumen teknis sesuai syarat kriteria kesiapan ( readiness criteria ) agar pendanaan dari pusat segera turun. Baca Juga:  Danantara Kucurkan Investasi US$ 7 Miliar, Nilai Tambah Bauksit di Mempawah Ditarget Melonjak 70 Kali Lipat “Pengembangan kawasan strategis cagar budaya harus dilakukan secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan, tanpa mengesampingkan nilai-nilai pelestarian,” ujar Juli Suryadi. Kolaborasi ini mengharapkan kawasan cagar budaya Mempawah bertransformasi menjadi destinasi wisata yang nyaman, edukatif, dan bernilai ekonomi tinggi tanpa menghilangkan keaslian situs sejarahnya. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK