Penduduk Minim tapi Kontribusi Besar, BI Dorong Hilirisasi untuk Perkuat Ekonomi Kalimantan
Faktakalbar.id, KALSEL -
Bank Indonesia (BI) menyoroti peran strategis wilayah Kalimantan yang terus menunjukkan taji dalam menyokong perekonomian nasional.
Meski hanya dihuni oleh kurang dari 20 juta jiwa, wilayah ini tercatat mampu menyumbang sekitar 5 hingga 6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Data ini menjadi sinyal kuat bahwa Kalimantan memiliki produktivitas tinggi dan peluang besar untuk bertransformasi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.
Potensi Ekonomi yang Masif
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto, menjelaskan bahwa angka kontribusi tersebut sangat impresif jika dibandingkan dengan rasio jumlah penduduknya.
“Dengan jumlah penduduk relatif kecil, kontribusi Kalimantan terhadap PDB nasional sudah sekitar 5-6 persen. Ini menunjukkan potensi yang sangat besar," kata Aloysius dalam kegiatan
Capacity Building Opinion Maker
Wilayah Kalimantan di Malang, Rabu (6/5/2026).
Menurut Aloysius, kinerja ekonomi di tanah Borneo sejauh ini tetap stabil dan berada di tren positif, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.
Pertumbuhan investasi di wilayah ini pun dilaporkan tetap terjaga dengan baik.
Mendorong Transformasi dan Hilirisasi
Meski menunjukkan performa gemilang, BI memberikan catatan penting mengenai struktur ekonomi Kalimantan yang masih sangat bergantung pada sektor primer, seperti pertanian dan komoditas mentah. Untuk menjaga keberlanjutan ekonomi, diperlukan pergeseran strategi dari sektor hulu ke sektor hilir.
"Ke depan, kita perlu mendorong hilirisasi agar potensi yang ada tidak hanya berhenti pada sektor hulu, tetapi mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian," tegas Aloysius.
Hilirisasi dianggap sebagai kunci agar kekayaan alam Kalimantan tidak sekadar diekspor dalam bentuk mentah, melainkan diolah terlebih dahulu di dalam negeri guna menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.
Kolaborasi dan Kepercayaan Publik
Selain fokus pada sektor industri, BI juga menekankan bahwa stabilitas ekonomi sangat bergantung pada iklim investasi yang sehat dan kepercayaan masyarakat. Pengelolaan informasi publik yang akurat serta konsumsi produk dalam negeri menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi wilayah.
Aloysius menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas adalah syarat mutlak agar potensi besar Kalimantan bisa terkapitalisasi secara maksimal.
“Potensi besar yang dimiliki Kalimantan harus didukung dengan kepercayaan dan kolaborasi semua pihak agar dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.