faktakalbar

Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kubu Raya Buka Suara Soal Makanan Basi yang Dikeluhkan

Penulis: Redaksi Sunday, 07 September 2025 📖 2 menit
Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kubu Raya Buka Suara Soal Makanan Basi yang Dikeluhkan
Faktakalbar.id, KUBU RAYA (06/09/2025) - Pihak pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kubu Raya , Kalimantan Barat, menanggapi keluhan orang tua murid terkait dugaan makanan basi yang diterima. Pihak pengelola menduga, makanan tersebut menjadi tidak layak konsumsi karena proses pendistribusian yang terlalu lama. Baca Juga:   Tinjau MBG, Karolin Margret Natasa Tekankan Pentingnya Distribusi ke Daerah Terpencil Hidayat, salah satu pengelola Dapur MBG Desa Kapur di Kecamatan Sungai Raya, menjelaskan bahwa faktor utama makanan menjadi basi adalah lamanya waktu pendistribusian. Selain itu, beberapa anak juga tidak langsung mengonsumsi makanan di sekolah, melainkan membawanya pulang. "Makanan yang sudah kami antar, dibagikan beberapa waktu kemudian. Lalu, ada anak yang bawa makanan pulang. Itu penyebabnya," ujar Hidayat pada Jumat (5/9/2025). Hidayat menyebut, pihaknya sudah mengantar makanan ke titik-titik penerima manfaat pada pukul 07.30 WIB setiap hari. Ia menjelaskan, idealnya makanan tersebut didistribusikan kepada murid pada pukul 09.00 WIB atau satu setengah jam setelah pengantaran. "Ini supaya makanan itu tidak beraroma basi atau apalah. Tetapi sampai saat ini yang kami temukan tidak ada makanan basi di pengantaran pagi. Siang hari itu kami mendistribusikan pukul 12.00 WIB, ternyata dari pihak sekolah mendistribusikan kepada murid yaitu 14.30 WIB, jadi makanan yang kami antar itu sudah lama dibiarkan di sekolahan," bebernya. Hidayat mengakui adanya keluhan bau tak sedap bahkan basi, seperti yang terjadi pada pekan lalu. Makanan bihun yang menjadi menu lauk MBG saat itu ditemukan nyaris basi. Ia menduga kondisi pengap yang menyebabkan bihun menjadi masam dan tidak layak konsumsi. "Jadi sebenarnya bihun itu tidak basi, jadi kan kalau bihun itu lama-lama didiamkan di tempat pengap dan lama didistribusikan hawa tidak keluar, itu yang menyebabkan masam. Sebenarnya sebelum barang itu keluar sudah kita teliti bersama dengan ahli gizi bahwa menyatakan ini tidak basi," katanya. Baca Juga:   Pemkot Pontianak Sidak Dapur MBG, Pastikan Sesuai Standar BGN Hidayat berharap, pihak sekolah menjaga komitmen dan mendistribusikan makanan tepat waktu agar tidak basi. "Kalau siang kami mendistribusikan pukul 12.00 WIB maka kami mohon pukul 13.00 WIB makanan sudah harus didistribusikan, supaya dampaknya tidak basi," tegasnya. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK