faktakalbar

Indonesia Jadi Pasar AI Tercepat: Nano Banana Gemini AI Dipakai 18 Juta Kali Sehari

Penulis: Dimas Friday, 14 November 2025 📖 2 menit
Indonesia Jadi Pasar AI Tercepat: Nano Banana Gemini AI Dipakai 18 Juta Kali Sehari
Faktakalbar.id, TECHNOLOGY - Minat masyarakat Indonesia terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) termasuk sangat tinggi. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar AI dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Salah satu aplikasi berbasis AI yang populer digunakan adalah Gemini AI, chatbot buatan Google. Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengonfirmasi tingginya antusiasme tersebut. Ia mengatakan, Indonesia menjadi salah satu dari dua negara teratas yang paling banyak menggunakan salah satu fitur Gemini AI, yakni Nano Banana. Nano Banana merupakan fitur image generator yang ada di Gemini AI. Dengan fitur ini, pengguna bisa membuat gambar dengan memasukkan prompt atau perintah berbasis teks. Baca Juga: Gunakan Lirik Lagu Musisi untuk Latihan AI, ChatGPT Divonis Langgar Hak Cipta di Jerman Tingkat penggunaan fitur ini di Indonesia sangat fantastis. "18 juta image generator per hari hanya dari Indonesia untuk Nano Banana," kata Veronica saat memaparkan laporan e-Conomy SEA 2025 di kantor Google Indonesia di Jakarta, Kamis (13/11/2025). Menurut laporan e-Conomy SEA 2025, Indonesia masuk dalam 20 besar negara dengan minat tertinggi terhadap AI multimodal di dunia. Sebanyak 80 persen pengguna di Indonesia dilaporkan menggunakan teknologi AI hampir setiap hari. Hal ini menjadikan Penggunaan AI Indonesia Tertinggi kedua di Asia Tenggara. Veronica mengatakan, salah satu faktor yang paling mendongkrak antusiasme ini datang dari pesatnya penggunaan fitur visual berbasis AI, seperti Nano Banana Gemini AI. Alasan Utama Penggunaan AI: Efisiensi dan Pertumbuhan Komersial Tingginya ketertarikan terhadap AI juga berdampak langsung pada aspek komersial aplikasi digital. Veronica menyebut, di Indonesia, aplikasi-aplikasi yang memasukkan fitur AI mencatat pertumbuhan pendapatan hingga 127 persen dari tahun ke tahun. Baca Juga: 15 Cara Memperkuat Sinyal WiFi di Laptop: Atur Posisi Router, Channel, hingga Upgrade Driver Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pengguna di Indonesia tidak hanya sekadar menggunakan AI, tetapi benar-benar mengintegrasikannya dalam aktivitas digital sehari-hari. "Masyarakat Indonesia memang memperlihatkan interaksi harian dan juga tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap AI dan ini menandakan ada kesiapan pasar yang juga luar biasa," jelas Veronica. Dalam pemaparannya, Veronica menyebut bahwa alasan utama masyarakat Indonesia kini banyak menggunakan AI adalah efisiensi. Penggunaan AI Indonesia Tertinggi ini didorong oleh klaim mayoritas pengguna: 51 persen pengguna mengeklaim bahwa AI bisa membantu mereka menghemat waktu, terutama untuk aktivitas kompleks seperti research atau benchmarking . 35 persen pengguna merasa dengan menggunakan AI bisa mendapatkan rekomendasi yang lebih personal. 32 persen menyatakan bisa mendapat keamanan yang lebih baik. Penggunaan AI pun juga makin banyak dimanfaatkan di lingkungan kerja. Laporan Google mengungkap, 79 persen tenaga kerja di Indonesia telah mengikuti pelatihan atau peningkatan keterampilan terkait AI. Baca Juga: Akurasi Pelacak Tidur Smartwatch: Seberapa Andal Data Sleep Tracking di Apple Watch dan Galaxy Watch? Bahkan keikutsertaan untuk pelatihan yang berkaitan dengan AI generatif sudah meningkat tiga kali lipat di Indonesia. "Artinya tenaga kerja Indonesia ini sudah menunjukkan kemauan dan juga komitmen yang kuat dan proaktif terhadap adaptasi dan juga mempersiapkan diri mereka masing-masing secara aktif untuk masa depan yang AI first ," ungkap Vero. Ia menegaskan, integrasi dan adaptasi AI ini sudah menjadi keunggulan kompetitif masa kini. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK