Penyebab Gerhana Matahari Total Sangat Jarang Terjadi
Faktakalbar.id, LIESTYLE -
Gerhana matahari
total termasuk dalam kategori peristiwa alam yang sangat langka di satu lokasi tertentu. Meskipun terjadi hampir setiap tahun di bumi, jalur totalitas gerhana hanya melewati wilayah yang sempit dan berpindah-pindah.
Kemiringan orbit bulan terhadap orbit bumi sebesar lima derajat menjadi penyebab utama kelangkaan ini. Kondisi tersebut membuat matahari, bulan, dan bumi tidak selalu sejajar dalam satu garis lurus setiap bulan baru.
Bayangan inti bulan seringkali meleset ke atas atau ke bawah permukaan
bumi.
Baca Juga:
Gerhana Matahari dan Blood Moon Bakal Muncul Sepanjang 2026
Jadwal Gerhana Matahari Masa Depan
Berdasarkan data astronomi, Gerhana Matahari Total berikutnya akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Namun, jalur totalitas fenomena tersebut melintasi wilayah Greenland, Islandia, dan
Spanyol.
Wilayah Indonesia tidak mendapatkan giliran untuk menyaksikan gerhana tersebut secara langsung.
Masyarakat Indonesia harus menunggu lebih lama untuk menyaksikan fenomena ini kembali di tanah air. Prediksi astronomi menunjukkan bahwa jalur gerhana matahari total akan kembali melintasi wilayah Indonesia pada 20 April 2042.
Kelangkaan waktu dan lokasi ini yang mendorong para pemburu gerhana rela melakukan perjalanan jauh ke lokasi yang terlewati jalur totalitas.
Baca Juga:
Fenomena Bintang di Google Maps: Mengapa Kolom Ulasan Kantor Polisi “Digembok” Sementara Damkar Banjir Pujian?
Fenomena ini menjadi pengingat akan presisi gerakan benda-benda langit di tata surya. Pengetahuan mengenai jadwal gerhana membantu masyarakat mempersiapkan diri untuk melakukan pengamatan dengan benar dan aman.
(*Sari)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.