Kabar Gembira Perakit PC: Harga RAM DDR4 dan DDR5 Mulai Turun di April 2026, Ini Penyebabnya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Kabar menggembirakan datang bagi para perakit PC,
gamer
, dan pelaku industri grafis. Setelah hampir setahun tercekik oleh lonjakan harga yang tidak masuk akal, harga
memori
akses acak atau RAM (Random Access Memory) di pasaran akhirnya mulai menunjukkan tren penurunan.
Data terbaru menunjukkan bahwa grafik harga
memori
untuk jenis DDR4 dan DDR5 perlahan melandai.
Ini merupakan penurunan bulanan pertama sejak Februari tahun lalu, memberikan sedikit napas lega bagi konsumen yang selama ini menunda
upgrade
perangkat.
Baca Juga:
Harga RAM Meroket, Samsung dan SK Hynix Panen Cuan
Rincian Penurunan Harga
Berdasarkan laporan
DigiTimes
dan
Tom’s Hardware
, berikut adalah gambaran kondisi harga di pasar global:
RAM DDR4 16 GB: Turun sekitar 5 persen ke angka 74,10 dollar AS (sekitar Rp 1,27 juta). Sebagai perbandingan, tahun lalu komponen ini sempat melonjak hingga 2.200 persen dari harga awalnya yang hanya 3,20 dollar AS.
RAM DDR5 16 GB: Mengalami tren serupa dan kini bertengger di kisaran 37,20 dollar AS.
Pasar China & Amazon: Penurunan paling tajam terjadi di distributor China dan marketplace global. Harga kit
memori
DDR5 32 GB bahkan dilaporkan anjlok hingga 30 persen, sementara modul DDR4 turun hingga 25 persen.
Mengapa Harga RAM Tiba-tiba Turun?
Setidaknya ada dua faktor utama yang memicu "kepanikan" pasar sehingga harga spot mulai melorot:
1. Aksi "Cuci Gudang" Distributor
Banyak distributor, terutama di China, melakukan penimbunan stok secara masif saat harga sedang melambung tinggi.
Namun, vendor kecil kini mulai tidak sanggup menyerap harga komponen yang kelewat mahal, sementara permintaan dari konsumen PC rumahan melemah.
Hal ini memaksa distributor melepas stok mereka sebelum harganya semakin jatuh.
Baca Juga:
Samsung Resmi Hentikan Produksi LPDDR4, Fokus Kembangkan Cip Memori Terbaru
2. Inovasi "TurboQuant" dari Google
Pada akhir Maret lalu, Google memperkenalkan TurboQuant, sebuah teknik kompresi
memori
revolusioner.
Teknologi ini diklaim mampu memangkas penggunaan
memori
cache
hingga enam kali lipat saat menjalankan model bahasa besar (LLM).
Para penimbun RAM khawatir permintaan
memori
dari pusat data skala besar (
hyperscaler
) akan merosot drastis jika teknologi ini diproduksi massal.
Alhasil, mereka bergegas mencairkan stok RAM mereka ke pasar ritel.
Apakah Laptop Akan Langsung Murah?
Meski harga di pasar ritel (spot) turun, Anda jangan berharap harga laptop atau PC dari pabrikan besar (OEM) akan langsung turun bulan depan.
Pabrikan besar biasanya menggunakan skema pasar kontrak jangka panjang.
Menurut riset
TrendForce
, harga
memori
di pasar kontrak justru diproyeksikan masih akan naik signifikan pada kuartal kedua 2026:
DRAM konvensional: Diprediksi naik 58–63 persen.
NAND Flash (SSD): Diprediksi melompat 70–75 persen.
Saran bagi Konsumen: Bagi Anda yang merakit PC sendiri, momentum penurunan harga ritel saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengamankan stok RAM incaran Anda sebelum fluktuasi pasar kembali terjadi.
(*Drw)
Tag:
#Google TurboQuant
#Komponen PC
#DDR5
#DDR4
#Harga RAM
#Update Teknologi
#KompasTekno
#Rakit PC
#Pasar Memori 2026
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.