Penyebab Overthinking dan Cara Ampuh Mengatasinya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Istilah
overthinking
kini bukan lagi hal asing dalam percakapan sehari-hari. Psikolog memastikan bahwa fenomena ini bukan sekadar watak bawaan, melainkan pola pikir yang terbentuk karena pemicu tertentu.
Namun, sekadar mewaspadai dampaknya tidaklah cukup. Memahami penyebab
overthinking
adalah kunci utama untuk memutus siklus melelahkan ini.
Studi psikologi mengungkap bahwa akar masalah ini sering kali berasal dari cara otak merespons tekanan, bukan dari besarnya masalah itu sendiri.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai pemicu dan solusinya berdasarkan tinjauan medis.
Baca Juga:
Mengenal Arti Overthinking dan Bahayanya Bagi Kesehatan
Menelusuri Penyebab Overthinking
Para ahli kesehatan mental mengidentifikasi beberapa faktor utama yang membuat seseorang terjebak dalam pikiran berlebih. Nida Ul Hasanat, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), menjelaskan bahwa akar masalah ini sering kali bukan pada peristiwanya, melainkan pada distorsi pikiran seseorang.
Menurut Nida,
overthinking
terjadi ketika seseorang memikirkan hal-hal yang belum terjadi secara berlebihan, sehingga otak gagal membedakan antara ancaman nyata dan ketakutan yang hanya ada dalam angan-angan.
Berikut adalah tiga penyebab
overthinking
yang paling umum terjadi:
Standar Perfeksionisme Tinggi
Seseorang yang perfeksionis cenderung memiliki ketakutan berlebih terhadap kesalahan. Kondisi ini memicu
analysis paralysis
(kelumpuhan analisis). Otak terus menimbang opsi tanpa henti karena takut mengambil keputusan yang salah, yang justru menghambat penyelesaian masalah itu sendiri.
Mekanisme Otak yang Hiperaktif
Secara biologis,
overthinking
berkaitan dengan aktivitas amigdala, bagian otak yang mendeteksi ancaman.
Harvard Health Publishing
mencatat bahwa pada orang yang cemas, amigdala bekerja terlalu keras mendeteksi bahaya (masalah), bahkan saat situasi sebenarnya aman.
Ilusi Kendali (
Illusion of Control
)
Banyak orang keliru menganggap bahwa memikirkan masalah terus-menerus sama dengan menyelesaikannya. Padahal, merenung (
rumination
) justru menguras energi mental yang seharusnya berguna untuk tindakan nyata.
Cara Mengatasi Overthinking Secara Medis
Lantas, bagaimana cara keluar dari jebakan ini? Melarang diri sendiri untuk berpikir, "Jangan dipikirkan!" justru sering kali gagal. Sebaliknya, para terapis merekomendasikan pendekatan teknis berikut:
Jadwalkan Waktu Khawatir (
Worry Time
)
Teknik ini melatih otak untuk menunda kecemasan. Tentukan waktu khusus, misalnya 20 menit pada sore hari, untuk memikirkan semua masalah. Jika kecemasan muncul di pagi hari, katakan pada diri sendiri untuk menyimpannya nanti sore. Cara ini menjaga sisa waktu Anda tetap produktif.
Tantang Pikiran dengan Fakta (CBT)
Metode
Cognitive Behavioral Therapy
(CBT)
mengajarkan kita untuk menjadi detektif bagi pikiran sendiri. Saat muncul pikiran negatif, tantang dengan pertanyaan: "Apakah saya punya bukti nyata hal buruk ini akan terjadi?" Seringkali, ketakutan itu hanya asumsi tanpa dasar.
Baca Juga:
Cara Ampuh Mengatasi Overthinking di Tengah Malam
Lakukan Distraksi Fisik
Uswatun Hasanah, Pakar Kesehatan Jiwa
dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, menyarankan teknik distraksi sebagai rem darurat saat pikiran mulai bising. Paksa tubuh bergerak seperti berjalan kaki, membereskan rumah, atau berolahraga ringan. Aktivitas ini mengalihkan fokus otak dari internal (pikiran) ke eksternal (lingkungan).
Mengatasi penyebab
overthinking
memang butuh latihan. Namun dengan mengenali pemicunya, kita bisa mengambil kendali penuh atas pikiran kita, bukan sebaliknya.
(*Sari)
Tag:
#kesehatan mental
#Self Healing
#Tips Psikologi
#penyebab overthinking
#cara mengatasi overthinking
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.