faktakalbar

Penyelundupan, Pertambangan, Ilegal Logging dan Narkoba Akan Dipelototi Kapolda

Penulis: Redaksi Sunday, 02 April 2023 📖 1 menit
Penyelundupan, Pertambangan, Ilegal Logging dan Narkoba Akan Dipelototi Kapolda
Pontianak- Brigjen Pol Pipit Rismanto,S.I.K.,M.H sudah di Kalimantan Barat, tongkat komando Kepolisian Kalbar sudah ditangan. Kepada media untuk pertama kalinya beliau membeberkan atensi utama program 100 hari kerja sesuai kebijakan Presiden melalui Kapolri, tak jauh-jauh untuk Kalbar seputar Penyelundupan, Problem Pertambangan dan Narkoba. Untuk itu beliau meminta dukungan, terutama dari seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar,seluruh Kapolres, termasuk media, Sabtu (1/4) di Mapolda Kalbar. “Saya baru dapat laporan, yang jelas masalah ilegal-ilegal yang menjadi atensi Bapak Presiden tetap kita lakukan penegakan hukum,” tukas Kapolda Kalbar. Terkait Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Pipit Rismanto menjelaskan tetap dilakukan penegakkan hukum,namun solusi dan evaluasi juga bersamaan dilakukan, pihaknya menyatakan tidak bisa bekerja sendiri, perlu bantuan stakeholder lain dalam penanganan masalah PETI ini. “Semua penegakan hukum bisa kita lakukan, tapi penegakan seperti apa yang kita lalui. Kita akan mengedepankan penegakan Ultimum Remedium. Tadi saya sampaikan kepada para Pejabat Utama, namun demikian dengan konsep-konsep yang bisa dipertanggungjawabkan dan dikerjasamakan dan diawasi bersama-sama dalam penanganan masalah PETI, ” ujarnya. Sementara itu perihal pemberantaasan Narkoba. Dari beberapa kasus tangkapan Narkoba, didapat kesimpulan bahwa mantan Dirtipidter Bareskrim Polri ini mencurigai penyelundupan Narkotika tidak hanya melalui jalan resmi, tetapi juga bisa lebih banyak diselundupkan melalui jalur-jalur tidak resmi jalan-jalan tikus perbatasan Indonesia-Malaysia, termasuklah jalur diarea perkebunan sawit yang kebetulan berada di dua wilayah negara tersebut. Untuk itu pihaknya juga mencari cara efektif dalam pengawasan sepanjang jalur perbatasan Indonesia-Malaysia.“Tidak menutup kemungkinan, bahwa Narkoba itu bisa saja masuk melalui jalur tidak resmi disepanjang jalur perbatasan, disitu juga ada kebun-kebun sawit. Cuma seperti apa pengawasannya, tidak mungkin juga di sepanjang garis itu diawasi,dipelototi, lalu kita harus cari cara. Mudah-mudahan dalam program 100 hari ke depan kita melakukan upaya-upaya,” katanya. (rfk)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK