faktakalbar

Polres Sambas Gagalkan Penyelundupan Telur Penyu, Barang Bukti akan Dimusnahkan

Penulis: Redaksi Tuesday, 09 September 2025 📖 1 menit
Polres Sambas Gagalkan Penyelundupan Telur Penyu, Barang Bukti akan Dimusnahkan
Faktakalbar.id, SAMBAS (09/09/2025) - Kepolisian Resor (Polres) Sambas berkoordinasi dengan lembaga konservasi terkait tindak lanjut penanganan barang bukti kasus penyelundupan telur penyu yang berhasil digagalkan. Baca Juga:   Penegakan Aturan Lingkungan: Warga di Sambas yang Buang Sampah Sembarangan Jalani Proses Penanganan di Kantor Camat Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan penanganan barang bukti sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kapolres Sambas, Wahyu Jati Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan WWF terkait barang bukti telur penyu tersebut. Hasil pemeriksaan oleh lembaga konservasi menunjukkan bahwa ribuan butir telur tersebut sudah dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk ditetaskan di penangkaran. "Kondisi telur penyu setelah diperiksa oleh pihak lembaga konservasi yakni WWF, barang bukti sudah tidak dalam kondisi baik, di mana hasil koordinasi dengan WWF barang bukti (telur penyu) telah dilakukan pengecekan sesuai keahliannya memang tidak dapat diteteskan," kata Kapolres. Dengan kondisi tersebut, sembari menunggu penetapan barang bukti, telur penyu yang diselundupkan nantinya akan dimusnahkan. "Kami masih menunggu penetapan dari barang bukti. Sehingga jika sudah ada ketetapan, nantinya akan dilakukan proses pemusnahan barang bukti," ujarnya. Sebelumnya, Polres Sambas berhasil mengungkap kasus penyelundupan 7.156 butir telur penyu yang rencananya akan dijual ke Malaysia. Baca Juga:  Polres Sambas Terima Penghargaan PSDKP atas Keberhasilan Menggagalkan Penyelundupan Ribuan Telur Penyu Dalam operasi tersebut, empat orang tersangka, termasuk satu perempuan, berhasil diamankan di dua lokasi berbeda pada Jumat (29/8). (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK