faktakalbar

Perbandingan Gizi Kurma dan Kolak Pisang Saat Berbuka

Penulis: Redaksi Thursday, 12 March 2026 📖 2 menit
Perbandingan Gizi Kurma dan Kolak Pisang Saat Berbuka
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Puasa selama belasan jam membuat kadar gula darah dalam tubuh menurun drastis menjelang waktu berbuka. Masyarakat Indonesia memiliki tradisi menyantap hidangan manis untuk memulihkan energi dengan cepat setelah menahan lapar dan haus seharian. Kurma dan kolak pisang sering mendominasi pilihan menu takjil di atas meja makan keluarga. Kedua penganan populer ini memang menawarkan rasa manis yang sangat menggugah selera. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa masing-masing hidangan memberikan dampak nutrisi dan proses penyerapan kalori yang sangat berbeda bagi sistem pencernaan. Baca Juga: Kolak Pisang vs Biji Salak: Mana Takjil yang Lebih Sehat Menurut Pakar? Kandungan Nutrisi Buah Kurma Kurma mengandung karbohidrat dan gula alami yang lambung serap dengan sangat cepat. Buah kering ini membantu tubuh mengembalikan energi yang hilang secara instan. Kurma menyimpan zat besi yang mencegah pusing akibat kekurangan darah. Buah ini juga memuat kalium yang mengembalikan cairan elektrolit tubuh. Tiga butir kurma hanya mengandung sekitar 66 kalori tanpa tumpukan lemak. Serat tinggi dalam kurma juga membuat perut merasa nyaman dan menahan rasa lapar lebih lama. Kandungan Gizi Kolak Pisang Kolak memadukan karbohidrat dan lemak gurih dalam satu sajian. Pembuat kolak umumnya menggunakan pisang kepok yang memberikan energi jangka panjang. Santan menyumbang lemak penambah kalori, sementara gula aren menyuplai glukosa dengan cepat. Satu mangkuk kecil kolak pisang bisa mencapai 160 hingga 200 kalori dan membawa sekitar delapan gram lemak. Angka kalori kolak bisa melonjak jauh lebih tinggi bergantung pada takaran santan dan gula aren. Makanan berkuah ini menaikkan asupan kalori secara tajam apabila seseorang mengonsumsinya secara berlebihan. Trik Menikmati Kolak Lebih Sehat Masyarakat tetap bisa menikmati hidangan manis berkuah ini tanpa merusak metabolisme tubuh. Penikmat kolak bisa mengganti penggunaan santan kelapa dengan susu rendah lemak atau krimer nabati yang kaya serat. Pembuat hidangan juga bisa mengurangi takaran gula aren sebanyak setengah dari resep pembuatan biasa. Cara lain untuk mengontrol asupan kalori adalah memperbanyak konsumsi isian pisang dan mengurangi porsi kuah manisnya. Baca Juga:  Lebih dari Sekadar Takjil, Ini 4 Manfaat Kurma untuk Kesehatan yang Luar Biasa Sistem pencernaan membutuhkan waktu penyesuaian saat menerima makanan pertama setelah perut kosong seharian. Masyarakat bisa mengawali buka puasa dengan meminum air putih hangat dan menyantap sebutir kurma. Orang-orang baru menikmati kolak pisang secukupnya sebagai hidangan penutup setelah melaksanakan ibadah salat Maghrib. Pola makan bertahap ini menjaga lambung tetap aman dan membuat sistem pencernaan bekerja lebih nyaman. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK