faktakalbar

Jangan Panik Dulu, Dokter RSUD Pontianak Jelaskan Perbedaan Nyeri Dada Otot dan Gejala Jantung Koroner

Penulis: Redaksi Friday, 13 February 2026 📖 2 menit
Jangan Panik Dulu, Dokter RSUD Pontianak Jelaskan Perbedaan Nyeri Dada Otot dan Gejala Jantung Koroner
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Keluhan nyeri pada bagian dada seringkali memicu kepanikan di tengah masyarakat karena identik dengan serangan jantung. Namun, tidak semua keluhan tersebut mengindikasikan kelainan kardiovaskular, melainkan bisa bersumber dari organ lain di rongga dada seperti otot, paru-paru, atau lambung, (Kamis, 12/2/2026). Baca Juga:   Cegah Keterlambatan Tumbuh Kembang, RSUD SSMA Ajak Orang Tua Peka Kemampuan Motorik Anak Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie ( SSMA ) Pontianak, dr. Tommy Alexander menjelaskan pentingnya mengenali karakteristik rasa sakit tersebut agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran. Menurutnya, nyeri dada akibat masalah otot biasanya memiliki pemicu yang jelas, seperti adanya pergerakan tubuh atau saat menarik napas. Sebaliknya, gejala yang mengarah pada penyakit jantung memiliki ciri khas yang lebih spesifik dan berat. "Sedangkan nyeri dada yang disebabkan oleh penyakit jantung biasanya terasa seperti ditindih beban berat, ke bahu hingga ke leher, dan disertai oleh keringat dingin, rasa mual dan muntah," jelas dr. Tommy saat ditemui di Klinik Penyakit Jantung RSUD SSMA. Meski demikian, ia menegaskan agar masyarakat tidak meremehkan gejala tersebut. Identifikasi dini sangat krusial untuk mencegah fatalitas. "Nyeri dada yang disebabkan oleh penyakit jantung harus diwaspadai karena dapat mengancam nyawa," tegasnya. Bagi masyarakat yang mengalami gejala spesifik tersebut, disarankan untuk segera mencari bantuan medis. Baca Juga:   Pemprov Kalbar Dorong Pembangunan RSUD Tipe C di Sintang untuk Layani Wilayah Hulu Dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa rekaman listrik jantung (EKG) untuk memastikan diagnosa, apakah murni gangguan jantung atau penyebab lain. Terkait penanganan medis, dr. Tommy memaparkan bahwa pengobatan penyakit jantung meliputi pemberian obat pengencer darah serta obat peluruh gumpalan darah. Apabila kondisi mendesak dan diperlukan, tindakan pemasangan cincin (ring) pada pembuluh darah jantung dapat dilakukan. Di luar penanganan medis, ia juga menyoroti pentingnya langkah preventif melalui perubahan pola hidup. Menghentikan kebiasaan merokok, rutin beraktivitas fisik, dan mengontrol tekanan darah adalah kunci utama. "Gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit jantung, " imbuhnya. Ia berpesan jika masyarakat merasakan gejala-gejala yang mengarah pada gangguan jantung, segera konsultasikan ke dokter spesialis di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK