faktakalbar

Wawako: Kolaborasi Percepat Transisi Energi di Kalbar

Penulis: Redaksi Sunday, 19 April 2026 📖 2 menit
Wawako: Kolaborasi Percepat Transisi Energi di Kalbar
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan , menegaskan bahwa percepatan transisi energi di Kalimantan Barat (Kalbar) sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Baca Juga:  Iwan Amriady Pimpin IKAPTK Pontianak, Bahasan Dorong Alumni Perkuat Birokrasi Transisi menuju energi bersih kini harus dipandang sebagai kebutuhan yang sangat mendesak guna menekan dampak perubahan iklim, bukan lagi sekadar wacana masa depan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Nasional Energi Terbarukan bertajuk "Akselerasi Transisi Energi di Kalimantan Barat" yang diselenggarakan di Hotel Golden Tulip, Sabtu (18/4/2026). “Saat ini dunia tengah menghadapi tantangan perubahan iklim yang nyata. Kita tidak lagi bicara tentang masa depan yang jauh, melainkan tentang apa yang harus kita lakukan hari ini,” ujarnya. Bahasan menjelaskan, Kalbar memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari energi surya karena letaknya yang berada tepat di garis khatulistiwa, hingga potensi biomassa dan energi air. Namun, transisi energi bukan sekadar mengganti sumber energinya saja, melainkan membangun sebuah ekosistem baru yang berkelanjutan. Dalam lingkup pemerintahan, ia menyebut bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus mendorong efisiensi energi melalui langkah-langkah konkret, seperti penggunaan lampu jalan hemat energi hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pola konsumsi energi yang bijak. Baca Juga:  Polisi Sita 23 Ton Bawang dan Cabai Ilegal di Dua Gudang Kawasan Pontianak Selatan Meski demikian, ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Percepatan transisi energi mutlak membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah sebagai regulator, akademisi sebagai motor inovasi dan riset, serta sektor swasta dan masyarakat sebagai pelaku utama penerapan energi bersih. “Persoalan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Harus ada akselerasi dan kolaborasi antara regulator, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat,” katanya. Bahasan juga menyinggung potensi sumber daya strategis di Kalbar, termasuk kandungan uranium. Menurutnya, potensi tersebut harus mulai dikaji pengelolaannya secara serius melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, sehingga generasi muda Kalbar kelak siap menjadi pelaku utama. “Jangan sampai kita hanya menjadi penonton. Perguruan tinggi bersama pemerintah daerah saya yakin bisa menyiapkan anak-anak muda Kalimantan Barat agar nanti mampu mengelola sumber daya alamnya sendiri,” tegasnya. Sementara itu, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar, Sukino, menyatakan komitmen kampusnya untuk terus menjadi ruang pengembangan intelektualitas modern guna menjawab isu-isu strategis seperti transisi energi, tanpa harus kehilangan identitas lokal. Terkait akselerasi energi terbarukan di Kalbar, Sukino menilai isu tersebut bukan hanya sekadar persoalan teknis dan ekonomi, melainkan menyangkut tanggung jawab moral manusia dalam menjaga kelestarian bumi. “Dalam Islam kita diajarkan untuk tidak melakukan kerusakan di muka bumi. Karena itu, transisi dari energi fosil menuju energi terbarukan bukan sekadar urusan teknis, tetapi ikhtiar kita untuk menjaga alam,” tuturnya. Ia menyebut energi hijau sebagai "energi yang adil" karena mampu memberikan jaminan bahwa generasi mendatang masih dapat menikmati udara bersih dan kekayaan alam Kalbar. Ia pun berharap seminar ini mampu melahirkan gagasan-gagasan kritis untuk memajukan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK