faktakalbar

Peredaran Oli Palsu Resahkan Warga

Penulis: Redaksi Thursday, 07 November 2024 📖 1 menit
Peredaran Oli Palsu Resahkan Warga
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Usai ditemukannya oli palsu oleh salah satu pemilik bengkel di Kawasan jalan Tabrani Ahmad Pontianak, kini Kembali lagi salah satu pemilik bengkel di Sungai jawi pada rabu (6/11/2024). Menanggapi keresahan serupa, seorang pemilik bengkel di kawasan Sungai Jawi, Pontianak, bernama Asun mengungkapkan pengalamannya terhadap dampak buruk penggunaan oli palsu. Ia mengaku pernah mengalami kerusakan mesin mobil karena pelumas yang diduga palsu. “Saya pernah punya pengalaman buruk dengan oli palsu. Saat itu, mesin mobil harus turun karena piston rusak akibat keausan yang tidak wajar, padahal oli baru digunakan sekitar 1.000 km perjalanan. Sejak saat itu, saya tidak berani lagi menjual oli Mesran karena khawatir mendapat yang palsu,” jelasnya saat di wawancarai wartawan faktakalbar pada rabu (6/11/2024). Baca Juga:  Bongkar Peredaran Oli Palsu di Kalbar, Adakah Oknum Petinggi Jadi Beking ? Masyarakat Kota Pontianak juga dibuat resah oleh maraknya peredaran oli Mesran Tipe 40 dan oli gardan Mesran palsu. Oli palsu ini, menurut warga, berdampak serius pada performa mesin kendaraan, bahkan menimbulkan kerusakan permanen. “Kami sebagai pengguna merasa heran, kenapa pemalsuan oli Mesran masih saja terjadi dan belum ada tindakan tegas. Padahal, jelas sekali ini sangat merugikan kami karena mesin kendaraan bisa rusak parah,” ungkap asun Warga dan Beberapa Pemilik Bengkel Kendaraan berharap pihak berwenang, termasuk Polresta Pontianak dan Pertamina, dapat segera mengambil langkah untuk menindak tegas peredaran oli palsu ini. Mereka merasa langkah ini perlu segera diambil demi melindungi konsumen dari dampak negatif yang timbul akibat penggunaan oli palsu.(amb)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK