faktakalbar

Hadapi Risiko Biologis, Karantina Kalbar Perkuat Budaya Keselamatan di Bulan K3 2026

Penulis: Redaksi Wednesday, 11 February 2026 📖 1 menit
Hadapi Risiko Biologis, Karantina Kalbar Perkuat Budaya Keselamatan di Bulan K3 2026
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat ( Karantina Kalbar ) menegaskan komitmennya dalam menjamin keselamatan kerja petugas lapangan dengan berpartisipasi aktif pada Apel Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026. Baca Juga:   Antisipasi Masuknya Virus Nipah Jelang Imlek, Karantina Kalbar Perketat Pemeriksaan di PLBN Aruk Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kantor PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak , Selasa (10/2/2026). Partisipasi ini menjadi langkah strategis bagi Karantina Kalbar, mengingat tingginya risiko operasional yang dihadapi para petugas di pintu masuk pelabuhan. Fokus utama instansi ini adalah penerapan standar keselamatan ketat untuk melindungi petugas yang kerap berhadapan langsung dengan risiko biologis saat memeriksa komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan. Apel tahunan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Pontianak, Dian Wahdiana. Agenda ini dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Dwikora untuk menyatukan visi mengenai pentingnya implementasi budaya K3 dalam setiap lini operasional. Penanggung Jawab Tempat Pelayanan Pelabuhan Dwikora, Mat Aidi, menjelaskan bahwa bagi petugas karantina, K3 bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan kebutuhan mendasar dalam prosedur kerja. Baca Juga:  Karantina Kalimantan Barat Perkuat Sinergi Internal Melalui Apel Pagi "Penerapan budaya K3 bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan fondasi utama bagi petugas Karantina Kalimantan Barat dalam menjalankan tugas pengawasan di pintu masuk pelabuhan," tegas Mat Aidi. Melalui momentum ini, kolaborasi lintas instansi diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan kerja (zero accident) di area pelabuhan. Karantina Kalbar optimis bahwa pengintegrasian prinsip keselamatan dalam prosedur pemeriksaan akan berdampak positif pada peningkatan kualitas layanan publik yang berkelanjutan, serta menjaga kedaulatan hayati nusantara tanpa mengabaikan kesehatan pegawai. Seluruh pihak yang hadir sepakat untuk menjadikan Pelabuhan Dwikora sebagai lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh insan maritim. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK