faktakalbar

Peringati HAB Kemenag ke-80, Wako Edi: Kolaborasi Kunci Tingkatkan Indeks Kebahagiaan Warga

Penulis: Redaksi Sunday, 04 January 2026 📖 1 menit
Peringati HAB Kemenag ke-80, Wako Edi: Kolaborasi Kunci Tingkatkan Indeks Kebahagiaan Warga
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak , Edi Rusdi Kamtono , menekankan bahwa sinergisitas antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama (Kemenag) merupakan elemen vital dalam menjaga stabilitas sosial kota. Baca Juga:   Sengketa Ruko di Pontianak Memanas, Kuasa Hukum Beberkan Kronologi Dugaan Penyerangan Preman Hal ini disampaikan Edi saat memimpin apel peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag RI ke-80 di Halaman MTs Negeri 2 Pontianak , Sabtu (3/1/2026). Menurut Edi, Pontianak yang kini bertransformasi menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan di Kalimantan Barat, menghadapi tantangan demografi yang kompleks. Dengan populasi yang mendekati angka 700 ribu jiwa, keberagaman latar belakang warga menjadi aset yang harus dikelola dengan hati-hati melalui kerja sama yang solid. "Kolaborasi ini harus terus berlanjut untuk kemajuan pembangunan di Pontianak," tegas Edi dalam amanatnya. Fokus pada Kebahagiaan Warga Edi memaparkan bahwa tujuan akhir dari kerukunan umat yang terjalin bukanlah sekadar ketiadaan konflik, melainkan terciptanya atmosfer kota yang kondusif. Suasana damai ini dinilai berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup dan kenyamanan masyarakat sesuai visi kota yang humanis. Baca Juga:  Edi Kamtono Dorong Pelestarian Budaya Melayu sebagai Identitas Pontianak "Oleh karenanya, kondusivitas kota perlu ditingkatkan agar bisa menaikkan indeks kebahagiaan warga," jelasnya. Energi Kebangsaan Momentum usia ke-80 tahun Kemenag ini mengangkat tema ‘Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju’. Edi mengingatkan bahwa kementerian ini memiliki peran strategis sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Ia mendorong agar setiap program yang dijalankan tidak terjebak pada rutinitas administratif semata, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan dasar umat, mulai dari pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi. "Setiap kebijakan yang diambil harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar urusan administratif dan birokrasi," pungkas Edi. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK