faktakalbar

Peringati Hakordia 2025, KPK Tegaskan Pendidikan Antikorupsi Jadi Kunci Berantas Korupsi Sejak Dini

Penulis: Redaksi Tuesday, 09 December 2025 📖 2 menit
Peringati Hakordia 2025, KPK Tegaskan Pendidikan Antikorupsi Jadi Kunci Berantas Korupsi Sejak Dini
Faktakalbar.id, NASIONAL - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak akan efektif jika hanya bergantung pada aspek penindakan hukum semata. Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menyebutkan bahwa pendidikan antikorupsi memegang peranan vital dalam strategi jangka panjang lembaganya. Baca Juga: Penyidik Diperiksa Dewas Soal Pemanggilan Bobby Nasution, Ini Respons Ketua KPK Pernyataan tersebut disampaikan Amir Arief dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Gedhong Pracimasono, Kepatihan Yogyakarta, pada Minggu (7/12). Dalam kesempatan tersebut, KPK secara khusus menggandeng para tenaga pendidik untuk memperkuat penanaman nilai integritas. "Mustahil pemberantasan korupsi hanya mengandalkan penindakan. Oleh karena itu, KPK memberi perhatian besar pada pendidikan antikorupsi untuk membentuk integritas individu sejak dini," ujar Amir. Peran Strategis Pendidik Usia Dini Amir menekankan bahwa tenaga pendidik merupakan mitra strategis KPK. Guru memiliki peran sentral dalam membentuk karakter moral anak, khususnya pada usia emas. Metode yang disarankan meliputi penyampaian cerita ringan, permainan interaktif, hingga pembiasaan perilaku baik di dalam kelas. "Apa pun profesi anak-anak kita nanti, fondasi pentingnya adalah kejujuran. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan bermain, tetapi perlu diperkuat dengan pemahaman nilai-nilai integritas," jelasnya. Putar Film Pemenang ACFFEST Kegiatan di Yogyakarta ini juga diisi dengan pemutaran tiga film edukatif yang merupakan jebolan kompetisi Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST). Film-film tersebut dipilih karena memuat pesan moral yang kuat namun mudah dicerna. Baca Juga: Buntut Kasus Digitalisasi SPBU, KPK Mulai Selidiki Dugaan Korupsi di PT Len Industri Ketiga film yang ditayangkan adalah Hanya Printer (karya Sri Suratiyah, ACFFEST 2024), Roti Suci di Hari Sabtu (karya Emilianus U. K. Patar dan Bonifasius M. Kolin, ACFFEST 2024), serta Maaf Mama, Aku Kelepasan (karya Jalu Pandita, ACFFEST 2022). Amir menjelaskan bahwa film-film tersebut mengajarkan sembilan nilai integritas utama, yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. "Kami juga menekankan bahwa isu korupsi berkaitan erat dengan berbagai persoalan, termasuk berdampak pada ekologis. Karena itu, literasi antikorupsi harus terus dikembangkan agar generasi muda mampu melihat dampak korupsi secara lebih luas," pungkas Amir. Langkah ini diharapkan mampu membangun generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat melalui pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK