Peringkat 4 Dunia, Angka Kemiskinan Indonesia Capai 60,3% Versi Bank Dunia. Kenapa Beda Jauh dengan Data BPS?
Faktakalbar.id, NASIONAL
– Peringatan Hari Internasional untuk Pemberantasan
Kemiskinan
pada 17 Oktober kembali menyoroti tantangan ekonomi global dan nasional.
Di tengah upaya pemerintah menekan angka kemiskinan, sebuah data menempatkan Indonesia pada peringkat keempat negara dengan persentase penduduk miskin tertinggi di dunia, mencapai 60,3%.
Angka yang dirilis berdasarkan data Bank Dunia ini sontak menimbulkan pertanyaan, sebab sangat berbeda dengan data yang dirilis secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Per Maret 2025, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia berada di angka 23,85 juta orang, atau setara dengan 8,47% dari total populasi.
Baca Juga:
Krisis Perkotaan Global: 800 Juta Manusia Masih Terjebak di Permukiman Kumuh
Lalu, mengapa data Bank Dunia menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi?
Perbedaan signifikan ini terletak pada standar garis kemiskinan yang digunakan.
Data BPS menggunakan garis kemiskinan nasional yang dihitung berdasarkan kebutuhan dasar minimum, baik makanan maupun non-makanan.
Sementara itu, angka 60,3% berasal dari laporan Bank Dunia yang menggunakan standar untuk negara berpendapatan menengah ke atas (
upper-middle income country
), yaitu $6,85 per kapita per hari (sekitar Rp100.000).
Dengan standar internasional ini, Bank Dunia tidak hanya menghitung mereka yang berada dalam kemiskinan ekstrem, tetapi juga kelompok masyarakat yang sangat rentan jatuh miskin.
Mereka adalah kelompok yang hidup sedikit di atas garis kemiskinan nasional, namun belum memiliki ketahanan ekonomi yang kuat untuk menghadapi guncangan seperti kehilangan pekerjaan atau krisis kesehatan.
Dalam peringkat tersebut, Indonesia berada di bawah Afrika Selatan (63,4%), Namibia (62,5%), dan Botswana (61,9%).
Meskipun angka kemiskinan versi BPS menunjukkan tren penurunan, data Bank Dunia ini menjadi pengingat penting bahwa masih ada sebagian besar masyarakat Indonesia yang hidup dalam
kerentanan
.
Sebagaimana semangat Hari Internasional Pemberantasan Kemiskinan, upaya mengakhiri kemiskinan bukan hanya soal statistik, melainkan tentang menegakkan martabat dan keadilan bagi semua.
Baca Juga:
Indonesia Masuk 5 Besar Negara dengan Populasi Kumuh Terbanyak di Dunia
(*Mira)
Tag:
#BPS
#ekonomi Indonesia
#Kemiskinan
#bank dunia
#peringkat kemiskinan dunia
#hari pengentasan kemiskinan
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.