Peringkat Indeks Soft Power Indonesia 2026 di ASEAN
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Soft
power
menjadi
instrumen
krusial bagi sebuah
negara
untuk memperkuat pengaruh global tanpa menggunakan kekuatan militer atau tekanan ekonomi.
Negara yang memiliki
soft power
kuat mampu memengaruhi opini publik dunia melalui daya tarik budaya, diplomasi, pendidikan, dan citra internasional. Laporan terbaru Global Soft Power Index 2026 menunjukkan dinamika persaingan pengaruh antarnegara yang semakin ketat.
Amerika Serikat dan Tiongkok Bersaing Ketat
Amerika Serikat mempertahankan posisi pertama di tingkat global dengan skor 74,9. Negara ini masih mendominasi melalui pengaruh budaya populer dan kepemimpinan internasional.
Baca Juga:
Rugikan Negara Rp999 Juta, Tersangka Kasus Korupsi Kades Balai Ingin Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan
Namun, Tiongkok membayangi di posisi kedua dengan skor yang hanya terpaut 1,4 poin. Tiongkok meningkatkan pengaruhnya melalui diplomasi budaya yang masif serta keterlibatan aktif dalam berbagai proyek pembangunan global.
Singapura Memimpin di Kawasan ASEAN
Singapura mengukuhkan posisinya sebagai negara dengan
soft power
terkuat di Asia Tenggara. Negara singa ini menempati peringkat ke-21 dunia dengan skor 55,0.
Reputasi Singapura yang kuat dalam stabilitas pemerintahan dan efisiensi ekonomi menjadi faktor utama daya tariknya di mata dunia. Malaysia menyusul di peringkat ke-35 dunia, sementara Thailand berada di posisi ke-38 dunia.
Posisi Indonesia di Papan Tengah
Indonesia menempati peringkat ke-45 dunia dalam indeks tahun ini dengan skor 42,0. Posisi ini menempatkan Indonesia di urutan keempat di tingkat ASEAN.
Meskipun berada di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand, Indonesia memiliki keunggulan pada sektor populasi yang besar serta kekayaan keragaman budaya yang sangat tinggi.
Laporan tersebut menekankan bahwa Indonesia perlu memperkuat kredibilitas kebijakan domestik dan luar negerinya. Konsistensi dalam diplomasi internasional akan membantu Indonesia meningkatkan kepercayaan global.
Penguatan sektor pariwisata dan industri kreatif juga menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari negara tetangga.
Baca Juga:
Betapa Mudahnya Amerika Menculik dan Membunuh Pemimpin Suatu Negara
Variabel Pengukur Pengaruh Dunia
Pengukuran
soft power
pada tahun 2026 mencakup berbagai variabel yang lebih kompleks. Joseph Nye, profesor dari Harvard University yang pertama kali mencetuskan konsep ini, menekankan bahwa sebuah negara sukses memimpin jika negara lain ingin mengikuti nilai-nilainya.
Variabel tersebut meliputi kepercayaan internasional terhadap sistem pemerintahan, ketahanan ekonomi, kualitas pendidikan, serta reputasi etika sosial.
Negara-negara ASEAN seperti Vietnam dan Filipina juga mulai menunjukkan penguatan citra global dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keterbukaan ekonomi.
(*Sr)
Tag:
#diplomasi Indonesia
#budaya Indonesia
#Global Soft Power Index 2026
#Peringkat ASEAN
#Pengaruh global
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.