faktakalbar

Peringkat Indeks Soft Power Indonesia 2026 di ASEAN

Penulis: Redaksi Wednesday, 11 March 2026 📖 2 menit
Peringkat Indeks Soft Power Indonesia 2026 di ASEAN
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Soft power menjadi instrumen krusial bagi sebuah negara untuk memperkuat pengaruh global tanpa menggunakan kekuatan militer atau tekanan ekonomi. Negara yang memiliki soft power kuat mampu memengaruhi opini publik dunia melalui daya tarik budaya, diplomasi, pendidikan, dan citra internasional. Laporan terbaru Global Soft Power Index 2026 menunjukkan dinamika persaingan pengaruh antarnegara yang semakin ketat. Amerika Serikat dan Tiongkok Bersaing Ketat Amerika Serikat mempertahankan posisi pertama di tingkat global dengan skor 74,9. Negara ini masih mendominasi melalui pengaruh budaya populer dan kepemimpinan internasional. Baca Juga:  Rugikan Negara Rp999 Juta, Tersangka Kasus Korupsi Kades Balai Ingin Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan Namun, Tiongkok membayangi di posisi kedua dengan skor yang hanya terpaut 1,4 poin. Tiongkok meningkatkan pengaruhnya melalui diplomasi budaya yang masif serta keterlibatan aktif dalam berbagai proyek pembangunan global. Singapura Memimpin di Kawasan ASEAN Singapura mengukuhkan posisinya sebagai negara dengan soft power terkuat di Asia Tenggara. Negara singa ini menempati peringkat ke-21 dunia dengan skor 55,0. Reputasi Singapura yang kuat dalam stabilitas pemerintahan dan efisiensi ekonomi menjadi faktor utama daya tariknya di mata dunia. Malaysia menyusul di peringkat ke-35 dunia, sementara Thailand berada di posisi ke-38 dunia. Posisi Indonesia di Papan Tengah Indonesia menempati peringkat ke-45 dunia dalam indeks tahun ini dengan skor 42,0. Posisi ini menempatkan Indonesia di urutan keempat di tingkat ASEAN. Meskipun berada di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand, Indonesia memiliki keunggulan pada sektor populasi yang besar serta kekayaan keragaman budaya yang sangat tinggi. Laporan tersebut menekankan bahwa Indonesia perlu memperkuat kredibilitas kebijakan domestik dan luar negerinya. Konsistensi dalam diplomasi internasional akan membantu Indonesia meningkatkan kepercayaan global. Penguatan sektor pariwisata dan industri kreatif juga menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari negara tetangga. Baca Juga:  Betapa Mudahnya Amerika Menculik dan Membunuh Pemimpin Suatu Negara Variabel Pengukur Pengaruh Dunia Pengukuran soft power pada tahun 2026 mencakup berbagai variabel yang lebih kompleks. Joseph Nye, profesor dari Harvard University yang pertama kali mencetuskan konsep ini, menekankan bahwa sebuah negara sukses memimpin jika negara lain ingin mengikuti nilai-nilainya. Variabel tersebut meliputi kepercayaan internasional terhadap sistem pemerintahan, ketahanan ekonomi, kualitas pendidikan, serta reputasi etika sosial. Negara-negara ASEAN seperti Vietnam dan Filipina juga mulai menunjukkan penguatan citra global dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keterbukaan ekonomi. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK