faktakalbar

Banjir dan Longsor Masih Landa Sejumlah Wilayah, Ratusan Warga Terdampak

Penulis: Redaksi Thursday, 17 April 2025 📖 2 menit
Banjir dan Longsor Masih Landa Sejumlah Wilayah, Ratusan Warga Terdampak
Faktakalbar.id, NASIONAL – Bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, masih berlangsung hingga pertengahan April 2025. Sejumlah wilayah yang dilanda kejadian tersebut tercatat pada hari ini, Rabu (16/04/2025). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tanah longsor terjadi di Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Bencana ini melanda pada Selasa (15/04/2025), pukul 12.30 WIB. Wilayah terdampak berada di Desa Kadur dan Pamoroh, Kecamatan Kadur. Tidak ada laporan korban jiwa, namun sejumlah kerusakan tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Tanah longsor menerjang Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (15/4), pukul 12.30 WIB. Adapun wilayah terdampak berada di Desa Kadur dan Pamoroh, Kecamatan Kadur. Foto: HO/Faktakalbar.id Kerugian material yang teridentifikasi yaitu rumah rusak ringan 7 unit dan fasilitas terdampak di antaranya fasilitas pendidikan 1 unit dan tempat usaha 1 unit. Selain itu, jaringan listrik terputus di wilayah terdampak. Laporan perkembangan pada Selasa (15/04/2025) , kondisi wilayah kecamatan terdampak sudah kembali kondusif. Perkembangan Bencana di Sulawesi Sementara itu, banjir terjadi di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Selasa (15/04/2025) , pukul 19.39 waktu setempat. Banjir melanda 9 desa di Kecamatan Banawa Selatan. Sebanyak 187 KK yang rumahnya terdampak peristiwa banjir yang disebabkan curah hujan tinggi. Masih di Provinsi Sulawesi Tengah, banjir yang tersebar di 3 kecamatan di Parigi Moutong telah surut pada Selasa (15/04/2025) . Warga membersihkan rumah masing-masing. Sebanyak 574 rumah dan fasilitas pendidikan 1 unit terdampak serta 2 jembatan putus. Perkembangan Bencana di Riau Bencana banjir juga terjadi di wilayah Provinsi Riau. BNPB merilis banjir terjadi di Kabupaten Rokan Hilir pada Selasa (15/04/2025) . Dua desa di Kecamatan Rantau Kopar terdampak bencana. Total keluarga yang rumahnya terendam sebanyak 225 unit, sedangkan jumlah keluarga terdampak 229 KK (916 jiwa). Selain rumah, fasilitas umum sebanyak 8 unit dan jalan sepanjang 2 km terdampak banjir. Pantauan pada Selasa (15/04/2025) , banjir belum surut. Masih di Provinsi Riau, banjir juga melanda Kabupaten Kuantan Singingi. Dua desa di Kecamatan Singingi Hilir terdampak kejadian tersebut. Sebanyak 134 KK (536 jiwa) terdampak di wilayah yang dilanda banjir. Kondisi terkini, Selasa (15/04/2025) , terpantau tinggi muka air (TMA) berangsur surut. Di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, banjir masih berlangsung hingga Selasa (15/04/2025) . Bencana yang terjadi sejak Jumat (14/03/2025) lalu terpantau menggenangi dengan tinggi muka air beragam, seperti di Kecamatan Batang Tuaka, Desa Kuala Sebatu dan Pasir TMA 25 cm. Di tempat lain, TMA antara 40–45 cm. Pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, terhitung dari Kamis (20/03/2025) hingga Jumat (18/04/2025) . Update Wilayah Lain dan Imbauan Pemerintah Sedangkan tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, BPBD melaporkan kondisi sudah kondusif. BPBD dan unsur terkait telah selesai penanganan darurat bencana. Data terakhir tercatat rumah terdampak 6 unit, tempat usaha 1 unit, dan jalan desa 2 titik. Tidak ada laporan adanya korban jiwa. Bencana melanda 3 desa di Kecamatan Cikalongwetan. Menyikapi masih adanya potensi bahaya hidrometeorologi basah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap siap siaga dan waspada. Sedangkan menghadapi transisi musim atau pancaroba, potensi bahaya yang mungkin dihadapi di antaranya angin puting beliung. Warga dapat melakukan upaya mitigasi dan pencegahan, seperti penguatan struktur atap maupun memotong ranting pohon di sekitar rumah.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK