faktakalbar

Perkuat Diplomasi Budaya, Novel Gadis Kretek Resmi Terbit dalam Bahasa Korea Selatan

Penulis: Redaksi Wednesday, 18 March 2026 📖 2 menit
Perkuat Diplomasi Budaya, Novel Gadis Kretek Resmi Terbit dalam Bahasa Korea Selatan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Karya sastra Indonesia kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional. Novel fenomenal Gadis Kretek karya Ratih Kumala kini resmi diterbitkan dalam bahasa Korea Selatan . Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat diplomasi budaya serta memperkenalkan nilai-nilai sejarah sosial Indonesia kepada publik di Negeri Ginseng. Penerbitan ini merupakan bagian dari program Southeast Asian Literature Series yang diinisiasi oleh HansaeYes24 Foundation. Melalui program tersebut, karya sastra unggulan dari Asia Tenggara dipilih untuk diterjemahkan agar dapat dinikmati oleh pembaca Korea Selatan yang selama ini lebih banyak mengekspor budayanya ke luar negeri. Baca Juga:  Suka Merinding? Ini 5 Hal Menyenangkan yang Kamu Dapatkan dari Nonton Film Horor Berikut adalah beberapa fakta menarik di balik peluncuran novel Gadis Kretek di Korea Selatan: 1. Jembatan Diplomasi Melalui Sastra Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, menegaskan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya sebatas kerja sama ekonomi. Karya sastra dipandang sebagai media yang efektif untuk saling memahami nilai kehidupan. "Penerbitan Gadis Kretek dalam bahasa Korea bukan sekadar proses penerjemahan sebuah buku. Ini komitmen bersama untuk memperluas pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea Selatan," ungkapnya. 2. Terinspirasi dari Sejarah Keluarga Penulis Ratih Kumala mengungkapkan bahwa ide cerita novel ini berakar dari sejarah keluarganya sendiri. Karakter dan alur cerita dalam Gadis Kretek terinspirasi dari kisah kakeknya yang dahulu merupakan seorang pengusaha kretek di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Ratih berhasil meramu sejarah industri kretek nusantara dengan bumbu fiksi yang emosional. 3. Popularitas Global yang Terus Meningkat Novel yang pertama kali rilis pada tahun 2012 ini memang mengalami lonjakan popularitas setelah diadaptasi menjadi serial original Netflix pada 2023 lalu. Kesuksesan serial tersebut membuka jalan bagi pembaca global, termasuk di Korea Selatan, untuk lebih mendalami latar budaya dan sejarah sosial Indonesia yang tertuang dalam versi naskah aslinya. 4. Promosi Budaya yang Komprehensif Peluncuran novel ini di Seoul dan Gwangju juga dimanfaatkan oleh KBRI Seoul untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara lainnya. Selain mengadakan diskusi buku atau book talk , pihak penyelenggara juga memperkenalkan kopi Gayo khas Aceh kepada masyarakat Korea Selatan. Strategi ini bertujuan agar warga Korea Selatan dapat mengenal Indonesia tidak hanya lewat kata-kata, tetapi juga melalui cita rasa kopi terbaik dunia. Baca Juga:  5 Rekomendasi Film yang Cocok Ditonton Saat Sedih di Sore Hari untuk Menenangkan Hati (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK