Perkuat IPM dan Tata Kelola Lingkungan, Pemprov Kalbar dan TAF Tingkatkan Kolaborasi Pembangunan
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Pemerintah Provinsi
Kalimantan Barat
terus berupaya mempercepat pembangunan daerah melalui pelibatan lembaga lintas sektoral.
Pada Kamis (9/4/2026) di Pontianak, Pemprov Kalbar dan TAF (The Asia Foundation) resmi menggelar pertemuan tatap muka guna memperkuat kolaborasi di bidang pembangunan berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta tata kelola lingkungan hidup.
Baca Juga:
Pemprov Kalbar Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Sekda Kalbar Tekankan Transparansi Anggaran
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan secara langsung menerima kunjungan kerja dari Chief Executive Officer (CEO) TAF Laurel Miller.
Pertemuan tersebut difokuskan pada langkah sinkronisasi sejumlah program prioritas daerah agar dapat berjalan beriringan dengan misi lembaga nirlaba internasional tersebut.
"Saya bersama CEO TAF Laurel Miller hari ini melakukan pertemuan untuk membahas penguatan sinergi program di berbagai sektor, meliputi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pemberdayaan perempuan, literasi digital, hingga tata kelola lingkungan," kata Norsan di Pontianak, Kamis.
Norsan menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi jangka panjang yang telah diberikan oleh TAF dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Kalimantan Barat.
Ia mengakui bahwa upaya memajukan provinsi ini senantiasa menghadapi tantangan geografis yang terbilang cukup kompleks.
Sebagai perbandingan, luas daratan wilayah Kalimantan Barat mencapai sekitar 1,5 kali lipat luas Pulau Jawa dan terbagi menjadi 2.046 desa dengan kondisi geografis yang sangat beragam.
Kondisi ini membuat otoritas pemerintah daerah sangat membutuhkan dukungan riil dari berbagai pihak luar.
"Kami menghadapi keterbatasan anggaran dengan wilayah yang luas. Fokus utama saat ini adalah meningkatkan IPM, terutama pada rata-rata lama sekolah yang masih didominasi lulusan SMP. Kami berharap ada dukungan konkret, khususnya untuk masyarakat putus sekolah melalui program literasi dan edukasi," tuturnya.
Selain mengurai persoalan di sektor pendidikan, isu mengenai keberlanjutan kelestarian lingkungan juga menjadi menu pembahasan utama dalam pertemuan Pemprov Kalbar dan TAF tersebut.
Baca Juga:
Pemprov Kalbar Optimalkan 8,4 Juta Hektare Hutan Tarik Investasi Rendah Karbon
Norsan menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem alam, salah satunya melalui pengetatan regulasi perizinan pada sektor pertambangan dan perkebunan berskala besar.
"Kami memperketat perizinan dan mendorong rehabilitasi lahan yang bertanggung jawab. Pihak ketiga yang terlibat harus memiliki komitmen kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan," kata dia.
Sementara itu, CEO TAF Laurel Miller menyampaikan bahwa tujuan utama dari kunjungannya ini adalah untuk mempererat jalinan kemitraan sekaligus menyelaraskan rencana program TAF dengan peta prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Laurel menyebutkan, TAF selama ini telah aktif menjalankan berbagai program di wilayah tersebut, mulai dari kampanye literasi digital, inisiatif pemberdayaan kelompok perempuan, hingga skema perhutanan sosial.
“Kami melihat adanya keselarasan antara fokus Pemprov Kalbar dan misi kami. Kami berkomitmen untuk terus berkoordinasi agar program-program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Laurel.
Lembaga internasional tersebut juga sangat menekankan pentingnya penguatan instrumen tata kelola lingkungan sebagai pondasi utama pembangunan berkelanjutan.
Ke depan, TAF berharap penuh adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk membuka akses koordinasi hingga ke tingkat kabupaten maupun kota, sehingga target implementasi setiap program pemberdayaan dapat berjalan secara terukur dan optimal.
(*Red)
Tag:
#Ria Norsan
#Pemprov Kalbar
#Indeks Pembangunan Manusia
#pembangunan berkelanjutan
#The Asia Foundation
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.