faktakalbar

Perkuat Ketahanan Siber dan Sistem Digital, Bank Kalbar Kantongi Lisensi ISO Internasional

Faktakalbar.id - Bank Kalbar memperketat perlindungan data nasabah serta ketahanan infrastruktur teknologi informasi lewat penerapan prinsip Security by Design pada seluruh layanan digitalnya. Penguatan sistem keamanan siber tersebut dibuktikan deng…

Penulis: Wati Saturday, 01 August 2026 📖 2 menit
Perkuat Ketahanan Siber dan Sistem Digital, Bank Kalbar Kantongi Lisensi ISO Internasional
Jajaran direksi dan manajemen Bank Kalbar saat memaparkan penerapan sistem tata kelola perusahaan pada penjurian TOP GRC Awards 2026 di Jakarta.

Faktakalbar.id - Bank Kalbar memperketat perlindungan data nasabah serta ketahanan infrastruktur teknologi informasi lewat penerapan prinsip Security by Design pada seluruh layanan digitalnya.

Penguatan sistem keamanan siber tersebut dibuktikan dengan kepemilikan serangkaian lisensi standar internasional guna mengantisipasi ancaman kejahatan perbankan digital.

Perusahaan memegang sertifikasi ISO 27001 Sistem Manajemen Keamanan Informasi, ISO 37301:2021 Sistem Manajemen Kepatuhan, serta ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Guna merespons cepat serangan siber, sistem komputer perusahaan resmi teregistrasi pada Computer Security Incident Response Team (CSIRT) milik BSSN.

Direktur Kepatuhan Bank Kalbar, R.S.M. Al Amin, menekankan pentingnya respons atas lonjakan transaksi digital di tengah ketatnya persaingan industri keuangan.

“Secara umum sebagaimana perbankan pada umumnya, Bank Kalbar juga mengadapi berbagai tantangan dan isu strategis yang terus berkembang. Berbagai tantangan strategis, di antaranya berupa percepatan transformasi digital, dinamika regulasi, peningkatan risiko siber, menjaga kualitas aset, serta penguatan tata kelola. Menyikapi hal ini,implementasi GRCsebagai instrument penting, manajemen risiko, dan kepatuhan terus kita perkuat, sebagai bagian dari strategi mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ungkap Al Amin.

Transformasi digital dilakukan secara terpadu tanpa mengabaikan aspek perlindungan konsumen serta kepatuhan pada regulasi OJK.

“Penerapan GRC menjadi fondasi strategis yang memastikan tata kelola berjalan baik, pengelolaan risiko dilakukan secara terukur, serta kepatuhan terhadap regulasi tetap terjaga. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis dapat dapat terus berlangsung secara sehat,” ujarnya.

Perseroan juga sedang memproses sertifikasi manajemen risiko ISO 31000:208 guna melengkapi perlindungan operasional perusahaan.

Divisi khusus memantau berkala indikator risiko keamanan sistem TI guna mencegah potensi kebocoran data.

“Direksi juga memonitor berbagai Key Risk Indicator setiap bulan, mulai dari kualitas kredit, likuiditas, transaksi operasional hingga keamanan sistem teknologi informasi. Langkah ini dilakukan agar potensi risiko dapat diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini,” katanya.

Pengawasan ketat berbuah manis pada kepercayaan publik yang tefokus pada penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp21,11 triliun.

Tingkat kesehatan bank bertahan pada Peringkat Komposit 2 yang menandakan kondisi operasional berada pada kategori sangat sehat.

Edukasi internal secara bertahap terus disuntikkan ke seluruh jajaran staf melalui kampanye kesadaran risiko serta penandatanganan pakta integritas anti fraud.

Integrasi teknologi dan transparansi manajemen risiko diyakini menjadi pilar utama perlindungan nasabah di wilayah Kalimantan Barat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK