faktakalbar

Pernyataan Ulil Abshar Soal Tambang Dikritik Greenpeace: Jangan Legitimasi Kejahatan Lingkungan

Penulis: Redaksi Monday, 23 June 2025 📖 1 menit
Pernyataan Ulil Abshar Soal Tambang Dikritik Greenpeace: Jangan Legitimasi Kejahatan Lingkungan
Faktakalbar.id, NASIONAL - Pernyataan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla, mengenai isu lingkungan menuai sorotan tajam. Dalam sebuah diskusi, Ulil menyampaikan bahwa menjaga lingkungan itu penting, namun tidak boleh dilakukan secara ekstrem. Ia menilai, eksplorasi tambang merupakan hal yang baik jika dilakukan dengan cara yang benar. Baca Juga: Greenpeace Desak Pencabutan Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Demi Lindungi Ekosistem "Yang tidak baik itu adalah bad mining," ujar Ulil. Ia menambahkan bahwa sebagian pihak terlalu memojokkan aktivitas pertambangan, padahal masih ada sisi positif dan kemaslahatan bagi masyarakat. Namun, pernyataan tersebut langsung mendapat bantahan dari Greenpeace Indonesia. Juru Kampanye Hutan Greenpeace, Iqbal Damanik, menyebut pernyataan Ulil keliru dan bisa dianggap melegitimasi praktik yang merusak lingkungan. “Pernyataan seperti itu justru membuka ruang untuk membenarkan kejahatan lingkungan atas nama pembangunan,” kata Iqbal dalam debat terbuka yang disiarkan secara luas. Baca Juga: Indonesia Miliki Cadangan Nikel Terbesar Dunia, Sumbang 43% Cadangan Global Ia menegaskan bahwa eksploitasi sumber daya alam, terutama tambang, selama ini lebih banyak merugikan masyarakat dan merusak ekosistem. Iqbal juga menekankan pentingnya transisi dari energi fosil menuju Energi Baru dan Terbarukan (EBT) demi keberlanjutan lingkungan hidup. Selain itu, ia mendesak agar pemerintah lebih tegas dalam menegakkan hukum terhadap pelanggaran lingkungan. Sebagai informasi tambahan, pada Senin (9/6), pemerintah secara resmi mencabut empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Raja Ampat. Baca Juga: BC Kita Bagaimana Nih ?, Ada Ekspor Ilegal Bijih Nikel 5 Juta Ton ke China Langkah ini dianggap sebagai sinyal awal dari keseriusan negara dalam mengontrol aktivitas tambang yang merusak lingkungan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK