Pertama di Asia, Program Psikologi NTU Ajak Mahasiswa Dalami Ilmu soal Kematian
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Nanyang Technological University
(NTU) di Singapura secara resmi akan meluncurkan program psikologi NTU untuk jenjang master (
Master of Science in Psychology
) mulai Agustus 2026.
Program pendidikan ini menarik perhatian publik karena menghadirkan spesialisasi
thanatology
, yakni studi tentang kematian, proses meninggal, dan duka cita, yang tercatat sebagai spesialisasi pertama di tingkat master di kawasan Asia.
Baca Juga:
4 Fakta Menarik Tentang Jurusan Kriminologi yang Jarang Diketahui
Melalui spesialisasi tersebut, para mahasiswa akan mempelajari metode pemberian dukungan psikologis bagi individu, keluarga, maupun komunitas yang sedang menghadapi proses kematian atau kehilangan orang terdekat.
Peserta didik juga akan dilatih secara khusus untuk memberikan pendampingan komprehensif dari sisi psikologis, sosial, hingga spiritual bagi mereka yang tengah berduka.
Pada angkatan pertama, program jenjang master ini diperkirakan akan menerima hingga 40 mahasiswa. Lulusan dari program ini diharapkan mampu berkarier dan memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor strategis, seperti rumah sakit, fasilitas
hospice
, layanan paliatif, hingga lembaga konseling krisis dan pusat pendampingan duka.
Pakar psikologi NTU, Andy Ho, menjelaskan bahwa topik kematian masih sering dianggap tabu di banyak kalangan masyarakat Asia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan mengenai perawatan akhir hayat dan dukungan bagi keluarga yang berduka mulai semakin terbuka dan diterima oleh publik.
Baca Juga:
Ingin Kuliah Hukum? Ini 5 Universitas Terbaik di Dunia untuk Jurusan Hukum
Di Singapura sendiri, tercatat sekitar 30.000 kematian terjadi setiap tahunnya. Hal ini berarti terdapat ribuan keluarga dan kerabat yang harus menghadapi proses kehilangan, sebuah fase yang sering kali tidak mudah untuk dilewati. Menurut Andy Ho, banyak orang yang sebenarnya ingin membantu mereka yang berduka, namun tidak mengetahui cara yang tepat untuk memberikan dukungan.
"Individu yang sedang berduka sering merasa sangat sendirian karena perasaan mereka tidak sepenuhnya dipahami atau diperhatikan," ujarnya sebagaimana dikutip dari Strait Times, Senin (9/3/2026).
Selain itu, layanan konseling duka di Singapura saat ini belum diatur secara formal dan menyeluruh. Kondisi ini menyebabkan tidak semua pihak yang menawarkan layanan tersebut memiliki latar belakang pelatihan profesional yang memadai. Oleh sebab itu, program psikologi NTU di bidang ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga profesional dalam mendukung kesehatan mental masyarakat luas.
Selain studi tentang kematian dan duka cita, program jenjang master baru ini juga menawarkan tiga spesialisasi lainnya. Pertama,
Community Health Psychology
, di mana mahasiswa akan mempelajari cara merancang intervensi kesehatan mental berbasis komunitas. Kedua,
Neuropsychology
, yang berfokus mempelajari hubungan antara fungsi otak, perkembangan manusia, dan kesehatan mental. Ketiga,
Forensic Psychology
, yang mendalami penerapan psikologi dalam sistem hukum dan peradilan pidana.
Direktur program Master of Science in Psychology NTU, Rebecca M. Nichols, menyatakan bahwa program ini dirancang secara khusus untuk menyiapkan tenaga profesional yang mampu bekerja di bidang klinis, tingkat komunitas, hingga pembuatan kebijakan publik.
"Kami ingin melatih individu yang mampu menjalankan peran tersebut ketika mereka lulus nanti," katanya.
Program pendidikan tingkat master ini akan berlangsung selama 1,5 tahun dan mencakup 500 jam praktik lapangan (
practicum
). Dekan NTU College of Humanities, Arts and Social Sciences, Jon Wilson, menambahkan bahwa kebutuhan akan tenaga profesional di bidang kesehatan mental kini semakin mendesak.
"Kita membutuhkan lebih banyak profesional yang dapat mendukung kesehatan mental masyarakat, bukan hanya di konteks klinis tetapi juga di masyarakat luas," ujarnya.
Jon Wilson berharap program baru ini dapat secara signifikan membantu meningkatkan ketahanan psikologis masyarakat sekaligus memperkuat sistem dukungan kesehatan mental secara nasional di Singapura.
(*Red)
Tag:
#kesehatan mental
#psikologi
#Nanyang Technological University
#Pendidikan Singapura
#Studi Kematian
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.