faktakalbar

Pesona Budaya! 5 Tradisi Unik Pernikahan di Kalbar yang Sarat Makna

Penulis: Redaksi Thursday, 26 February 2026 📖 2 menit
Pesona Budaya! 5 Tradisi Unik Pernikahan di Kalbar yang Sarat Makna
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Menikah bukan sekadar mengikat janji suci antara dua insan, tapi juga menyatukan dua keluarga besar lengkap dengan latar belakang budayanya. Di Kalimantan Barat , keberagaman etnis menciptakan percampuran budaya yang luar biasa cantik. Mulai dari kawasan pesisir hingga ke pedalaman, setiap suku memiliki ritual tersendiri yang membuat momen pernikahan semakin berkesan. Bagi kamu yang penasaran atau mungkin sedang mempersiapkan hari bahagia di Bumi Khatulistiwa, berikut adalah 5 tradisi unik pernikahan di Kalbar yang wajib kamu ketahui! Baca Juga:  Mapan Dulu, Menikah Kemudian: Mengapa Stabilitas Finansial Jadi Harga Mati Bagi Gen Z? 1. Kemeriahan Arakan Pengantin Melayu Pontianak Masyarakat Melayu Pontianak memiliki cara tersendiri untuk mengantar mempelai pria menuju kediaman mempelai wanita. Prosesi arakan pengantin ini sangat semarak dengan iringan musik tanjidor atau tar. Tidak ketinggalan, rombongan juga membawa pokok telok (hiasan berbentuk pohon dengan telur warna-warni) dan pokok manggar (hiasan kertas warna-warni yang ditusukkan ke batang pisang atau nanas). Setibanya di lokasi, rombongan pria akan disambut dengan tradisi berbalas pantun dan pertunjukan silat untuk menunjukkan penghormatan. 2. Melunasi Pesurung Adat di Melawi Bergeser ke Kabupaten Melawi, terdapat tradisi pesurung adat yang pantang dilewatkan. Sebelum resmi meminang sang pujaan hati, calon mempelai pria diwajibkan untuk memenuhi dan melunasi sejumlah syarat atau "utang" adat. Syarat-syarat ini sebagian diserahkan kepada keluarga mempelai wanita, dan sebagian lagi kepada pengurus adat setempat. Tradisi ini menjadi simbol kesiapan, kemapanan, dan tanggung jawab calon suami dalam membangun fondasi rumah tangga. 3. Betangas dan Netek Gigi Jelang Hari Bahagia Merias diri menjelang pernikahan bagi masyarakat pesisir seperti di Pontianak dan Sambas tidak sekadar perawatan wajah biasa. Calon pengantin wanita umumnya akan menjalani ritual betangas atau mandi uap tradisional sekitar satu minggu sebelum acara. Tujuannya agar tubuh lebih harum dan menekan produksi keringat berlebih saat memakai pakaian adat yang tebal. Setelah itu, ada juga tradisi netek gigi yaitu mencukur rambut halus dan meratakan gigi agar senyum pengantin tampak lebih memukau. 4. Menjalani Masa Percobaan Lewat Nangkong Suku Dayak di Kalimantan Barat memiliki tradisi yang sangat rasional namun unik bernama nangkong atau nyorang . Sebelum resmi diikat dalam janji pernikahan, calon menantu akan diundang untuk tinggal bersama calon mertuanya selama beberapa waktu. Ini adalah fase pendekatan di mana kedua belah pihak bisa saling menilai karakter, kebiasaan sehari-hari, hingga etos kerja. Sebuah cara yang cerdas agar tidak ada penyesalan setelah pernikahan dilangsungkan. 5. Ngaru Burung pada Suku Dayak Lundayeh Bagi masyarakat subsuku Dayak Lundayeh, salah satu rangkaian penting menjelang pernikahan adalah tradisi ngaru burung atau prosesi menyusun kayu api yang dilakukan oleh pihak keluarga pria. Begitu susunan kayu berdiri kokoh, penyerahan mas kawin pun dilakukan persis di dekatnya. Momen ini dilanjutkan dengan acara yang sangat hangat, di mana para tetua adat akan saling menyuapkan lemek berek (lemak babi) panjang sebagai simbol bahwa dua keluarga besar kini telah resmi bersatu dalam keakraban. Melihat indahnya keberagaman tradisi di atas, rasanya kita patut bangga dengan kekayaan warisan budaya lokal. Kira-kira, mana tradisi yang paling menarik perhatianmu? Baca Juga:  Megawati Hangestri dan Dio Novandra Wibawa Akan Menikah, Disiarkan Langsung di YouTube (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK