faktakalbar

Petaka Soto Sayur MBG, Puluhan Siswa Maniamas Tumbang! Dapur SPPG Ngabang Resmi Disetop

Penulis: Redaksi Thursday, 20 November 2025 📖 2 menit
Petaka Soto Sayur MBG, Puluhan Siswa Maniamas Tumbang! Dapur SPPG Ngabang Resmi Disetop
Faktakalbar.id, LANDAK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Landak berujung petaka . Puluhan siswa SMA–SMK Maniamas "tumbang" usai menyantap menu soto sayur yang disajikan pada Rabu (18/11/2025). Buntut dari insiden geger ini, operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hilir Kantor II Ngabang akhirnya resmi disetop. Keputusan penonaktifan dapur diambil otoritas berwenang sebagai langkah darurat. Baca Juga:  Dapur SPPG Ngabang II Dihentikan Sementara Usai Pelajar Diduga Keracunan Menu MBG Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Landak, Yohanes, tak menampik adanya insiden tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. “Sesuai SOP, aktivitas dapur kami hentikan dulu,” tegas Yohanes, Kamis (20/11/2025). Ia menyatakan operasional baru akan dibuka kembali setelah hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan keluar. Klinik Kewalahan, Pasien Sampai di Matras Suasana mencekam sempat terjadi pada Rabu malam. Hingga pukul 23.00 WIB, gelombang siswa yang mengeluhkan sakit tak kunjung henti. Gejala yang dialami seragam: diare hebat, pusing, mual, dan muntah-muntah beberapa jam setelah menyantap soto sayur ayam suwir tersebut. Kondisi ini membuat Klinik Santo Elisabeth Hungaria di Ngabang nyaris lumpuh. Ruang perawatan penuh sesak. Tenaga medis kewalahan hingga terpaksa menggelar matras BPBD di lantai karena ketersediaan tempat tidur sudah tidak mencukupi. Sebagian siswa dengan kondisi lebih serius harus dilarikan ke RSUD Landak. Salah satu orang tua siswa, Liya, menuturkan kepanikannya saat melihat anaknya pulang sekolah dalam kondisi memprihatinkan.  “Pulang sekolah anak saya langsung lemas. Diare dulu, baru pusing,” ungkapnya. Janji Transparansi dan Sanksi Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, yang turun langsung ke lokasi kejadian menegaskan tidak akan main-main dengan kasus ini. Sampel sisa makanan, muntahan, dan feses korban sudah diamankan untuk diperiksa. Yohanes menambahkan, pihaknya siap transparan mengenai hasil lab nanti. “Kami mohon maaf atas kejadian ini. Penanganannya tetap sesuai SOP. Jika ditemukan kelalaian, sanksi akan diberikan sesuai aturan,” janjinya. Kasus keracunan massal akibat menu MBG ini menjadi alarm bahaya bagi penyedia layanan pangan sekolah di Kalimantan Barat. Pasalnya, kejadian serupa baru saja menimpa puluhan siswa di Kapuas Hulu sepekan lalu. Evaluasi total kini menjadi harga mati agar program gizi ini tidak berubah menjadi ancaman nyawa. Baca Juga:  Kasus Keracunan di Ketapang, Kepala MBG Kalbar Sebut Murni Kelalaian SPPG (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK