faktakalbar

Petani Tewas di Mempawah Usai Padamkan Kebakaran Lahan Miliknya

Penulis: Redaksi Friday, 27 March 2026 📖 2 menit
Petani Tewas di Mempawah Usai Padamkan Kebakaran Lahan Miliknya
Faktakalbar.id, MEMPAWAH – Sesosok jenazah pria lanjut usia ditemukan tergeletak di sebuah area perkebunan warga di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah , pada Kamis (26/3/2026) siang. Korban yang teridentifikasi bernama H. Sehid alias Majuri bin Martoko (70) tersebut merupakan seorang petani setempat yang bermukim tidak jauh dari lokasi penemuan jenazah. Baca Juga: Gegerkan Warga Siantan, Penemuan Mayat Wanita di Ruko Pasar Puring Terungkap dari Bau Tak Sedap Peristiwa penemuan petani meninggal di Mempawah ini pertama kali disadari oleh seorang warga bernama Tilam (48). Pada pukul 11.50 WIB, saksi bermaksud mencari sayuran di sekitar area kebun. Namun, pada pukul 12.10 WIB, langkahnya terhenti saat melihat sesosok tubuh terbaring kaku di atas tanah. “Saya awalnya cuma mau cari sayur di kebun. Pas jalan, saya lihat ada orang tergeletak. Waktu saya dekati, ternyata sudah tidak bergerak,” ujar Tilam. Menyadari kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, Tilam segera memanggil warga sekitar untuk membantu mengevakuasi jenazah ke rumah duka. Menindaklanjuti laporan dari masyarakat setempat, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian. “Kami menerima laporan sekitar pukul 12.30 WIB. Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan di tempat kejadian perkara,” ujar Kapolsek Mempawah Timur, Iptu Imran. Polisi bersama Tim Inafis Polres Mempawah langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan pemeriksaan fisik luar, aparat memastikan tidak ada unsur kriminalitas pada tubuh korban. “Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Namun kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian,” jelasnya. Penelusuran di lapangan mengindikasikan bahwa sebelum tutup usia, korban diduga tengah melakukan aktivitas pembersihan lahan miliknya yang ditanami pohon kelapa dengan menggunakan medium api. Pemerintah daerah pada dasarnya perbolehkan pengolahan lahan berbasis kearifan lokal asal selaras dengan peraturan daerah. Baca Juga: Kronologi Lengkap Penemuan Mayat dalam Karung di Kos Sanggau, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Namun dalam pelaksanaannya kali ini, api diduga merembet ke kebun milik tetangga sehingga membuat korban panik dan berusaha memadamkannya seorang diri. “Diduga korban mengalami sesak akibat asap saat mencoba memadamkan api, kemudian jatuh telungkup di kebun tetangga dan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” tambah Imran mengonfirmasi kronologi kasus petani meninggal di Mempawah tersebut. Mengingat usia korban yang sudah lanjut dan pekatnya asap di lokasi, korban diduga kuat kehabisan napas hingga akhirnya pingsan. Menghadapi situasi duka ini, pihak keluarga menyatakan ikhlas dan menolak dilakukannya proses penyelidikan medis lanjutan. “Keluarga menyatakan menerima kejadian ini dan tidak bersedia dilakukan autopsi. Jenazah akan segera dimakamkan sesuai ketentuan agama,” tutupnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK