Pimpin Apel Pagi, Kabalai Karantina Kalbar Tekankan Disiplin dan Aplikasi Srikandi
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Karantina Kalimantan Barat
melaksanakan apel rutin guna memperkuat koordinasi dan kedisiplinan pegawai di lingkungan kerja.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi pimpinan untuk menyampaikan arahan strategis terkait transformasi digital dan penataan administrasi internal, Senin (02/02/2026).
Baca Juga:
Kirim 15 Ton Jengkol Pontianak ke Jakarta, Karantina Pastikan Bebas OPTK
Kepala Balai Karantina Kalimantan Barat, Ferdi, dalam amanatnya menyoroti pentingnya optimalisasi aplikasi Srikandi sebagai basis utama tata naskah dinas.
Ia mewajibkan seluruh pegawai untuk memiliki dan memantau aplikasi tersebut minimal tiga kali sehari.
Hal ini bertujuan agar seluruh disposisi serta surat tugas dapat terkelola dengan cepat dan tepat, sehingga tidak menghambat kinerja organisasi.
Selain aspek digital, disiplin administrasi kepegawaian juga menjadi poin krusial yang ditekankan.
Ferdi menegaskan bahwa prosedur pengajuan cuti harus dilakukan secara tertib sebelum pelaksanaan demi menjaga akurasi data kepegawaian.
Ferdi juga meminta adanya penguatan di sektor kehumasan untuk meningkatkan citra instansi.
Baca Juga:
Dorong Produk Lokal Mendunia, Karantina Kalbar Gelar Sosialisasi Ekspor di PLBN Jagoi Babang
Para pegawai diharapkan berperan aktif mendokumentasikan setiap kegiatan layanan, mulai dari sertifikasi ekspor hingga tindakan penahanan komoditas, agar publik mendapatkan informasi yang akurat.
Tak lupa, ia juga menyinggung peran pegawai dalam membimbing mahasiswa magang.
"Ketertiban administrasi kepegawaian adalah prioritas, sehingga pengajuan cuti harus dilakukan terlebih dahulu sebelum masa cuti dimulai. Saya juga meminta seluruh tim untuk membantu kinerja humas dengan aktif mengirimkan dokumentasi kegiatan operasional agar publikasi kinerja kita semakin maksimal. Selain itu, selama ada mahasiswa magang bantu dan arahkan selama mereka menimba ilmu di instansi ini. Berikan mereka pengalaman serta data yang diperlukan agar proses pembelajaran mereka di Karantina Kalimantan Barat menjadi bekal yang berharga,"
ungkap Ferdi.
Upaya penguatan internal melalui apel pagi ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan terhadap kualitas pelayanan publik di Kalimantan Barat.
Kedisiplinan dalam sistem digital dan administrasi dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, serta akuntabel.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.