Polda Kalbar Gunakan Data Sensus Ekonomi 2026 untuk Pemetaan Keamanan Wilayah
Polda Kalimantan Barat memanfaatkan rincian peta data hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi kerawanan keamanan serta mengoptimalkan penempatan personel di seluruh wilayah hukum pada Selasa (21/7/2026).
Polda Kalimantan Barat memanfaatkan rincian peta data hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi kerawanan keamanan serta mengoptimalkan penempatan personel di seluruh wilayah hukum pada Selasa (21/7/2026).
Pemanfaatan data statistik ekonomi tersebut menjadi strategi baru kepolisian dalam memosisikan petugas sesuai dengan karakteristik dan dinamika wilayah.
Data komprehensif mengenai persebaran aktivitas dunia usaha dan pemukiman dinilai membantu Polri merancang pola pengamanan yang lebih presisi.
Kapolda Kalbar, Alberd Teddy Benhard Sianipar, mengonfirmasi bahwa data statistik daerah memegang peranan penting dalam formulasi kebijakan internal kepolisian.
“Pembangunan yang tepat sasaran membutuhkan data yang tepat dan akurat. Karena itu, Polda Kalbar mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya bersama menyediakan informasi yang dapat mendukung perencanaan pembangunan di Kalimantan Barat. Dengan data yang akurat, Polda Kalbar juga dapat menyusun kebijakan yang mempedomani hasil sensus per wilayah,” ungkap Kapolda Kalbar.
Pengikutsertaan analisis wilayah ini ditujukan untuk mempermudah penyesuaian layanan perlindungan masyarakat berdasarkan tingkat kepadatan ekonomi.
Pola pencegahan tindak kejahatan di kawasan industri dan pusat perdagangan akan disesuaikan dengan temuan lapangan dari petugas pemeta BPS.
“Kami berharap dapat menghadirkan personel Polri yang memahami situasi dan kondisi kewilayahan, sehingga pelayanan kepolisian yang kami berikan benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat Kalbar. Ini juga bagian dari tugas Polri dalam menjaga kamtibmas secara optimal,” lanjutnya.
Kabid Humas Polda Kalbar, Bambang Suharyono, menegaskan pentingnya pemetaan modern ini guna menjaga ketertiban umum di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
“Polda Kalbar terus mendorong penguatan sinergi dengan berbagai instansi. Dukungan terhadap Sensus Ekonomi 2026 merupakan wujud kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis data yang akurat, sekaligus memperkuat tugas Polri dalam menjaga kamtibmas dan memberikan pelayanan yang presisi kepada masyarakat,” jelasnya.
Langkah inovasi pelayanan berpatok data riset ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas di titik-titik rawan ekonomi secara efektif.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.