faktakalbar

Polisi Selidiki Penyebab Karhutla di Desa Galang yang Hanguskan 10 Hektare Lahan

Penulis: Redaksi Monday, 09 February 2026 📖 1 menit
Polisi Selidiki Penyebab Karhutla di Desa Galang yang Hanguskan 10 Hektare Lahan
Faktakalbar.id, MEMPAWAH - Aparat kepolisian mulai melakukan investigasi mendalam terkait t erbakarnya sekitar 10 hektare lahan gambut di Kecamatan Sungai Pinyuh. Fokus penyelidikan saat ini adalah mencari tahu apakah Karhutla di Desa Galang terjadi karena faktor alam atau adanya unsur kesengajaan manusia. Baca Juga: Dampak Karhutla di Mempawah: Warga Desa Galang Dievakuasi Akibat Sesak Napas Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Setyadi, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap potensi pelanggaran hukum dalam pembukaan lahan dengan cara dibakar. Saat ini, tim gabungan masih memprioritaskan pemadaman total sebelum melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. “Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Apakah disebabkan faktor tidak sengaja atau ada unsur kesengajaan membuka lahan dengan cara dibakar hingga memicu karhutla semakin meluas,” tegas Setyadi. Meskipun api sempat mendekati pemukiman dan jalan raya, petugas terus memantau pergerakan titik api di lahan gambut yang sulit dipadamkan. “Lokasi karhutla terdeteksi di Dusun Utara, Desa Galang. Untuk luas lahan yang terbakar, sementara ini diperkirakan kurang lebih 10 hektare,” ungkapnya. Baca Juga: Meski Diguyur Hujan, Tim Siaga Karhutla Masih Temukan Titik Asap di Parit Toom Proses hukum akan ditegakkan jika ditemukan bukti kuat adanya pihak yang sengaja memicu Karhutla di Desa Galang demi kepentingan tertentu. “Sampai tadi malam, titik api masih terus meluas ke kawasan sekitarnya. Memang api sulit dipadamkan karena faktor lahan gambut. Upaya pemadaman akan dilanjutkan hari ini,” pungkasnya. (Natash)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK